sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

IHSG dibuka melemah mengikuti indeks Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melemah ke level 5.856

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 18 Feb 2020 09:15 WIB
IHSG dibuka melemah mengikuti indeks Asia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1790
Dirawat 1508
Meninggal 170
Sembuh 112

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah di level 5.856, setelah pada perdagangan Senin (17/2) ditutup menguat 0,01% di level 5.867.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi dalam risetnya mengatakan saham-saham sektor properti pada perdagangan kemarin naik 1,17% setelah saham WEGE naik 5.88%, CTRA naik 5,68%, PWON naik 3.60%, WSKT naik 3,20%.

"Optimisme investor di era suku bunga rendah terhadap pertumbuhan pembelian properti menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan IHSG. Melihat harga saham-saham properti saat ini cenderung murah di bawah 4 kali price to sales per share ratio," kata Lanjar, Selasa (18/2).

Sementara itu, data neraca perdagangan Indonesia yang defisit dan melebar di atas ekspektasi menjadi salah satu faktor utama tekanan pergerakan IHSG. Adapun hari ini, sentimen akan datang dari Apple dan rilis perekonomian Jepang.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan indeks Asia dibuka melemah seiring dengan pengumuman dari Apple yang mengatakan pendapatan di kuartal I-2020 tidak akan mencapai target. Apple mengatakan persediaan dari pabrik China terganggu oleh epidemi coronavirus yang mengakibatkan penjualan secara global menurun.

Sementara pagi ini indeks di Jepang dibuka berada di zona merah. Indeks Nikkei tercatat dibuka menurun 0.62% dan TOPIX terkoreksi 0.52%.

Analis Pilarmas Sekuritas Nico Demus mengatakan rilis data perekonomian GDP kuartal IV-2019 Jepang mencatatkan pertumbuhan negatif, terendah dalam sembilan tahun terakhir.

Hal ini disebabkan oleh konsumsi swasta yang menurun sebanyak 2.9% dari kuartal ke kuartal, investasi bisnis turun 3.7% dari kuartal sebelumnya. Meskipun demikian, investasi Pemerintah naik 1.1% di kuartal ke IV-2019.

Sponsored

"Hal ini membuat perekonomian Jepang berpotensi mengalam resesi apabila ternyata data yang muncul nanti kembali negatif," ujar Nico.

Menteri Ekonomi Jepang pun mengatakan mereka akan terus memperhatikan dampak dari coronavirus terhadap sektor pariwisata dan ekonomi yang lebih luas. Apalagi Jepang akan mengadakan olimpiade tahun ini.

Adapun sentimen dari dalam negeri datang dari laporan Moody's yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat dan berada di bawah 5%. Hal tersebut diakibatkan dari risiko perlambatan ekonomi global seiring dengan penurunan permintaan komoditas dari China yang terdampak wabah coronavirus.

Pilarmas Sekuritas pun memperkirakan IHSG memiliki peluang bergerak bervariatif, dengan potensi melemah dan ditradingkan pada level 5.842-5.890. Sementara Artha Sekuritas memperkirakan IHSG akan diperdagangkan dengan resistance di level 5.877-5.889 dan level support 5.841-5.853.

Berita Lainnya