sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

IHSG dibuka menguat usai pelantikan Presiden Jokowi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 6.207 hari ini (21/10) setelah pelantikan Presiden Jokowi.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 21 Okt 2019 10:03 WIB
IHSG dibuka menguat usai pelantikan Presiden Jokowi

Pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 6.207. IHSG menguat sebanyak 0,25% dari penutupan di hari Jumat (18/10) yang berada pada level 6.191.

Head of Research and Investment Pilarmas Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan dua pekan berturut-turut sebelum hari ini, IHSG dibuka turun meskipun minim sentimen. 

"Namun satu minggu setelah penurunan tersebut, pasar mengalami kenaikan, dan bertahan selama satu minggu yang lalu. Pertanyaannya adalah, penurunan yang terjadi selama dua minggu lalu apakah sengaja untuk memberikan ruang bagi Jokowi Effect beraksi?," kata Nico dalam riset hariannya, Senin (21/10).

Untuk diketahui, di tengah-tengah pelantikan, Presiden Jokowi mengatakan akan fokus pada lima visi yang penting dalam pidatonya. Nico mengatakan yang menarik adalah Jokowi menekankan tak lagi berfokus kepada proses, melainkan kepada hasil. 

Nico mengatakan dirinya melihat pidato yang disampaikan Jokowi kemarin merupakan salah satu tolok ukur jika Jokowi telah mendapatkan sesuatu gambaran yang lebih jelas terkait dengan visinya. 

Adapun pidato yang disampaikan Jokowi yakni presiden akan fokus untuk melakukan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), baik secara pendidikan maupun kesehatan. Kedua, Jokowi akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur untuk mengakselerasi nilai tambah perekonomian. 

Poin ketiga, penyederhanaan regulasi. Dua undang-undang besar akan diterbitkan yaitu untuk mendukung lapangan pekerjaan dan pembangunan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Keempat, penyederhaan birokrasi, di mana investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan. Terakhir, yaitu transformasi ekonomi. 

"Jokowi akan mulai melakukan tranformasi ekonomi dari ketergantungan Sumber Daya Alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang memiliki nilai tambah terhadap kemakmuran Indonesia," tutur Nico.

Sponsored

Selain sentimen yang datang dari Jokowi, Nico juga mengatakan IHSG akan dibayangi oleh rilis data Foreign Direct Investment kuartal III-2019 yang akan dikeluarkan oleh BKPM. 

"Data konsensus saat ini berada pada 5,3% lebih rendah dari periode yang sama pada tahun lalu 9,7%. Sejauh ini, foreign direct inestment adalah hal yang memang difokuskan oleh pemerintah guna menopang stabilitas perekonomian dalam negeri," ujar Nico. 

Nico melihat berbagai kebijakan dibuat untuk menarik aliran dana asing dapat masuk ke sektor riil, mulai dari pengurangan izin membuka usaha, insentif pajak, dan stabilitas moneter. 

Nico melihat saat ini pemerintah membutuhkan usaha yang cukup keras guna mengembalikan kepercayaan investor. Meskipun tekanan dari politik dalam negeri sudah mulai mereda, namun kinerja ekspor dan manufaktur dalam negeri mulai menunjukkan adanya perbaikan, baik dari sisi produktivitas maupun aktivitas.

Sementara itu, Direktur Utama Kresna Sekuritas, Oktavianus Budianto, mengatakan pergerakan IHSG usai pelantikan akan langsung bergerak naik terus. Tetapi, Oktavianus melihat pergerakan IHSG belum seperti yang diharapkan.  

"Biasanya usai pelantikan, IHSG langsung rally, tapi pada hari ini tak terjadi. Mungkin, pelaku pasar masih menunggu profil kabinet pemerintahan Jokowi jilid 2, apakah akan lebih banyak diisi oleh profesional atau politikus?" kata Oktavianus di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (21/10).

Gelora dan politik kanibal pemecah PKS

Gelora dan politik kanibal pemecah PKS

Rabu, 20 Nov 2019 19:35 WIB
Sepak terjang militer di pucuk pimpinan PSSI

Sepak terjang militer di pucuk pimpinan PSSI

Selasa, 19 Nov 2019 21:07 WIB