sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

IHSG diprediksi berada di level 6.350 di penutupan perdagangan 2019

Direktur Anugrah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, pekan depan pasar akan diwarnai aksi window dressing.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Minggu, 29 Des 2019 06:00 WIB
IHSG diprediksi berada di level 6.350 di penutupan perdagangan 2019

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan berada di level 6.350 pada penutupan perdagangan tahun 2019, 30 Desember nanti. Direktur Anugrah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, pekan depan pasar akan diwarnai aksi window dressing.

Window dressing bisa dilakukan oleh emiten atau perusahaan publik untuk menarik minat investor, dengan cara mempercantik laporan atau kinerja keuangan perusahaan. Salah satunya, memastikan agar harga saham di akhir tahun ditutup naik dibandingkan periode sebelumnya.

Selain dilakukan oleh emiten, window dressing juga dilakukan fund manager pengelola reksa dana. Untuk memberikan laporan terbaik kepada investor, fund manager sering mengganti portofolio di akhir tahun.

Saham-saham berkinerja kurang baik dikeluarkan dari portofolio, diganti dengan saham-saham berkinerja baik. Aktivitas ini secara langsung membuat saham-saham tertentu yang berkinerja baik mengalami kenaikan.

"Beberapa saham lapis tiga yang dilepas mengalami tekanan harga. Hal ini yang membuat pelaku pasar melihat di ujung tahun sering ada kenaikan saham-saham tertentu, terutama saham blue chip," kata Hans melalui pesan singkat, Sabtu (28/12).

Hans melanjutkan, hal ini cukup sering terjadi di Indonesia. Setiap Desember, IHSG selalu berkinerja positif. Hans mengatakan, investor dan pelaku pasar dapat memanfaatkan momentum ini untuk meraih keuntungan.

Selain aksi window dressing, Hans menjelaskan kenaikan pasar Desember ini juga tidak lepas dari semakin dekatnya penandatanganan fase awal antara China dan Amerika Serikat.

Awalnya, China memperlihatkan sikap maju mundur dan kurang antusias mengenai perjanjian perdagangan dibandingkan Amerika Serikat. Kementerian Keuangan China mengatakan, mulai 1 Januari 2020 akan menurunkan tarif impor di lebih dari 850 produk, mulai dari daging babi beku hingga beberapa jenis semikonduktor.

Sponsored

China juga meningkatkan impor barang Amerika Serikat di tengah ekonomi yang melambat dan perang dagang dengan Negeri Paman Sam.

Berita pemakzulan Presiden Donald Trump, ujar Hans, tidak terlihat memengaruhi pasar keuangan di akhir tahun. DPR Amerika Serikat yang dikuasai Partai Demokrat, memutuskan untuk memakzulkan Trump karena penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi kongres dalam melakukan penyidikan.

Trump menjadi presiden ketiga yang didakwa dengan kejahatan tingkat tinggi, dan sekarang akan menghadapi persidangan di senat.

"Peluang pemakzulan relatif kecil karena senat dikuasai Republik. Hal ini membuat pasar tidak terlalu merespons proses pemakzulan ini," tuturnya.

Akan tetapi, Hans mengatakan, optimis pasar di Desember bertambah setelah rilis data perekonomian China keluar pada Jumat pekan ini. Data menunjukkan, laba perusahaan industri China naik tercepat dalam delapan bulan terakhir.

Data yang dirilis pada Jumat menunjukkan, laba perusahaan industri China naik tercepat di periode November. Namun, pelemahan demand domestik di China tetap jadi risiko bagi kinerja laba perusahaan tahun depan.

Adapun di awal Januari 2020, Hans memperkirakan IHSG masih akan mengalami kenaikan terbatas. Akan tetapi, sesudah itu, IHSG sangat rawan mengalami aksi ambil untung. Mengingat, kenaikan yang cukup signifikan selama Desember 2019.

"Support IHSG ada di level 6.300 sampai 6.270 dan resistance di level 6.348 sampai 6.370," ujarnya.

Berita Lainnya