logo alinea.id logo alinea.id

IHSG diprediksi menguat awal pekan ini

Sentimen dari eksternal mendominasi pergerakan IHSG.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Senin, 25 Mar 2019 08:51 WIB
IHSG diprediksi menguat awal pekan ini

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, sentimen dari eksternal mendominasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Karena itu, pergerakan IHSG diprediksi bakal menguat awal pekan ini.

Sentimen yang mungkin dapat diperhatikan yakni pertemuan delegasi Amerika Serikat (AS) dan China yang akan berlangsung hari ini, Senin, (25/3). Diharapkan, kata Nico, pertemuan tersebut dapat berjalan baik agar pada akhir April 2019 ada kesepakatan yang dapat terwujud sesuai dengan target dan harapan para pelaku pasar. 

Selain itu, pertemuan ini juga diharap menjadi titik balik bagi kedua negara untuk menyelesaikan perang dagang, karena kedua negara telah mengkonfirmasi adanya kemajuan pesat. 

Beralih dari perang dagang, Brexit tampaknya masih akan terus memanas pekan ini. Pasalnya, ini merupakan pekan terakhir dari perjanjian Brexit yang jatuh pada 29 Maret 2019.

“Meskipun Uni Eropa akan memberikan extra time hingga 12 April 2019. Theresa May akan menghadapi posisi politiknya yang mulai melemah ketika anggota parlemen terpilih dari Inggris mulai bergerak untuk mengambil alih kebijakan Brexit, dan para menteri dalam kabinet Theresa May mulai merencanakan untuk menggulingkannya,” kata Nico kepada Alinea.id di Jakarta pada Senin (25/3).

Lebih lanjut, kata Nico, May berharap satu kesempatan lagi untuk menempatkan perjanjian Brexit yang dinegosiasikan dengan Uni Eropa untuk pemungutan suara di House of Commons minggu ini. Tapi, May masih berjuang untuk memenangkan cukup banyak pendukung di partai konservatif setelah sebelumnya dua kali ditolak oleh mayoritas. 

“Hari ini House of Commons diharapkan untuk memberikan suaranya pada kepada sebuah rencana yang memungkinkan anggota parlemen untuk memegang kendali agenda legislatif pada hari Rabu minggu ini. Situasi kian semakin memanas, akibat tidak adanya mengalah kedua belah pihak,” ucap Nico.

Secara teknik, Nico meramalkan saat ini IHSG berpotensi menguat dalam jangka pendek dan diperdagangkan pada level 6.481-6.547. Adapun beberapa saham yang direkomendasikan antara lain saham seperti, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA).

Sponsored

Sebagai informasi, pada perdagangan hari Jumat (22/03) IHSG ditutup naik 23,49 poin atau +0,36% ke level 6.525. Sektor industri keuangan, agrikultur, dan infrastruktur memberikan kontribusi kenaikan terbesar pada perdagangan kemarin. Investor asing mencatatkan pembelian bersih senilai Rp486,6 miliar.