sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

IHSG ditutup menguat ke level 4.538

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat terdampak penguatan saham Asia dan AS.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 31 Mar 2020 16:59 WIB
IHSG ditutup menguat ke level 4.538
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26473
Dirawat 17552
Meninggal 1613
Sembuh 7308

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 2,82% ke level 4.538 pada penutupan perdagangan Selasa (31/3). Sektor konsumer yang menguat 6,26% dan sektor manufaktur yang menguat 5,1% menjadi menjadi kontributor terbesar pada kenaikan IHSG hari ini. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp286 miliar rupiah

Pada perdagangan hari ini, bursa Asia juga mayoritas ditutup menguat. Indeks Nikkei Jepang terkoreksi 0,88%, indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,85%, indeks Shanghai naik 0,11% dan Indeks Strait Times Singapura naik 2,69%.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Nico Demus mengatakan pelaku pasar cukup optimis seiringan dengan upaya pemerintah Amerika Serikat (AS) dalam mengatasi penyebaran coronavirus yang lebih besar.

Di saat yang sama, Presiden Trump akhirnya mempertimbangkan nasihat dari dokter-dokter utama di pemerintahan, bahwa membuka gerbang Amerika Serikat dalam dua pekan ini akan berisiko menambah jumlah korban akibat pandemi. Selain itu, makin banyak negara bagian yang telah memerintahkan gerakan stay at home.

"China, yang merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia telah memulai kembali aktivitas bisnisnya dan menunjukkan pertumbuhan. Meski ada potensi penurunan permintaan dari luar negaranya akibat pandemi," kata Nico, Selasa (31/3).

Hal ini ditandai dengan membaiknya data PMI China untuk bulan Maret 2020. Selain itu berita baik dari Korea juga memberikan pemicu positif bagi pergerakan indeks saham Asia kali ini. Di mana data produksi industri, penjualan retail dan produksi manufaktur meningkat secara tahunan.

"Hal tersebut tentunya menjadi hal yang di luar dugaan karena pandemi ini belum memberikan dampak yang signifikan terhadap perlambatan aktifitas di Korea Selatan," ujarnya.

Sementara, dari dalam negeri, kali ini rupiah mencoba menguat  ke level Rp16.310 per dolar AS setelah pelaku pasar menunggu kepastian dari langkah pemerintah dalam mengatasi penyebaran coronavirus di beberapa daerah.

Sponsored

Pada lain sisi, Bank Indonesia menyampaikan adanya lonjakan pada DPK perbankan. Saat ini, DPK yang dihimpun perbankan per Februari 2020 sebesar Rp5.806,9 triliun atau tumbuh 7,5% secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan Januari 2020, di mana DPK tercatat sebesar Rp5.721,9 triliun atau tumbuh 6,6% (yoy).

"Kami melihat kondisi saat ini memberikan sebuah pilihan bagi masyarakat untuk memilih instrumen yang dianggap aman dan memastikan likuiditas jangka pendek terjaga," tutur dia. 

Berita Lainnya