sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

IHSG ditutup naik 0,66%, sektor properti jadi katalis

Sebanyak 19,6 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp13,1 triliun.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 19 Nov 2020 16:42 WIB
IHSG ditutup naik 0,66%, sektor properti jadi katalis
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 511.836
Dirawat 64.878
Meninggal 16.225
Sembuh 429.807

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,66% ke level 5.594 pada perdagangan Kamis (19/11). Penguatan didorong oleh sektor properti yang naik 2,34% dan sektor pertambangan yang naik 1,38%.

Tercatat sebanyak 19,6 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp13,1 triliun. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih dengan nilai Rp289 miliar.

Saham-saham seperti BBCA, BBRI, TOWR, MDKA, dan INCO menjadi lima saham yang paling banyak dibeli investor asing. Sementara saham-saham seperti BBNI, INKP, ASII, UNVR, dan INDF menjadi lima saham yang paling banyak dijual asing.

Sepanjang jam perdagangan hari ini, saham yang mengalami penguatan terbesar di antaranya APLN, LPKR, JAWA, KIOS, dan ASRI. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar di antaranya AKSI, INRU, GLVA, TAMA, dan SINI.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Nico Demus mengatakan, dari dalam negeri, sentimen datang dari pelaku pasar yang merespon positif upaya Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps dari 4% menjadi 3,75%.

"Hal ini berada di luar ekspektasi, karena sebagian besar konsensus memproyeksikan BI akan menahan suku bunganya menjelang akhir tahun," ujar Nico.

Sebagai informasi, Gubernur BI menyampaikan keputusan ini mempertimbangkan perkiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga dan langkah pemulihan ekonomi nasional.

Selain itu pertumbuhan kredit yang masih melemah, sejalan dengan belum kuatnya permintaan dari dalam negeri dinilai menjadi pertimbangan BI untuk menurunkan suku bunga acuan.

Sponsored
Berita Lainnya