sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

IHSG melemah 0,4%, saham INKP dan TIKM turun dalam

Pengumuman suku bunga acuan BI menjelang penutupan berhasil membuat IHSG rebound sedikit, namun tetap ditutup di zona negatif.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 17 Sep 2020 17:15 WIB
IHSG melemah 0,4%, saham INKP dan TIKM turun dalam
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 278722
Dirawat 61379
Meninggal 10473
Sembuh 206870

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,40% ke level 5.308 pada perdagangan Kamis (17/9). Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih senilai Rp405 miliar.

Investor asing tercatat masih melanjutkan aksi jual saham-saham perbankan, seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI), PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBRI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS). Sedangkan saham-saham seperti PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.(TLKM), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI), PT Pollux Properti Indonesia Tbk. (POLL), dan PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) menjadi saham-saham yang banyak dibeli asing.

Tercatat sebanyak 10,2 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp6,6 triliun. Saham-saham yang berada di sektor industri dasar yang mengalami penurunan 1,59% dan keuangan yang terkoreksi 0,78% menjadi pendorong pelemahan IHSG hari ini.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan saham-saham industri bubur kertas terkoreksi, dengan saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk.(INKP) turun dalam 6,38% dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk.(TKIM) terkoreksi 4,58%. Turunnya saham-saham tersebut menjadi penekan sektor industri dasar, setelah pada perdagangan sebelumnya naik signifikan.

Sponsored

Selain itu, lanjutnya, sentimen juga datang dari Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga BI7DRR sebesar 4,00%. Bank Indonesia memandang rupiah akan menguat ke depannya dengan adanya fundamental yang masih kuat dan nilai rupiah yang undervalued, meskipun defisit neraca berjalan Indonesia sebesar 1,5% dari produk domestik bruto (PDB) di tahun 2020.

BI juga yakin inflasi di tahun 2020 dan 2021 akan berada dibawah target sebesar 2,0%-4,0%. Selain itu bank sentral menyatakan akan membuat limpahan likuiditas di sistem perbankan secara efektif untuk disalurkan ke sektor riil melalui kredit perbankan. 

"Sedikit optimisme BI menjelang penutupan berhasil membuat IHSG rebound sedikit, hingga lebih dari 20 poin, meskipun masih ditutup pada zona negatif," katanya.

Berita Lainnya