sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

IHSG melemah 1,28% terdampak bursa AS dan harga minyak

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah ke level 4.717.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 08 Apr 2020 09:40 WIB
IHSG melemah 1,28% terdampak bursa AS dan harga minyak
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26940
Dirawat 17662
Meninggal 1641
Sembuh 7637

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,28% ke level 4.717 pada pembukaan perdagangan Rabu (8/4). Pelemahan IHSG sejalan dengan bursa Amerika Serikat (AS) dan Asia.

Bursa saham AS  ditutup melemah. Dow Jones ditutup melemah 0,21%, NASDAQ ditutup turun 0,33%, dan S&P 500 ditutup turun 0,16%.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan volatilitas bursa saham masih terus meningkat. Sebab, para investor kini yakin bahwa harga saham di AS terlalu optimis.

"Padahal realita mengatakan bahwa banyak bisnis yang tutup karena Covid-19 dan akan membebani ekonomi secara penuh pada kuartal II-2019," ujar Dennies, Rabu (8/4).

Dennies melanjutkan saat ini fokus investor masih terus pada perkembangan pandemik Covid-19.

Bursa saham Asia pun dibuka melemah. Sebab, Jepang telah menyatakan kondisi gawat darurat untuk menekan penyebaran Covid-19. Sedangkan China mulai membuka Wuhan, tetapi jumlah penularan virus justru meningkat dari sehari 30 orang menjadi 64 orang.

Sedangkan Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Nico Demus mengatakan sentimen akan datang dari harga minyak dunia yang kembali mengalami pelemahan pada Selasa kemarin.

"Bursa berjangka di New York mencatat minyak turun lebih dari 9%, dan saat ini semua mata tertuju pada pertemuan yang akan diadakan esok hari. Apakah akan ada pengurangan produksi atau tidak," kata Nico, Rabu (8/4).

Sponsored

Menurut pejabat pemerintah AS, tanpa campur tangan AS, maka pengurangan sebanyak 2 juta barel juga sudah lebih dari cukup.

"Tentu kita berharap bahwa pertemuan pada esok hari dapat menjadi harapan bagi harga minyak dunia untuk bisa lebih stabil dengan adanya pemangkasan tingkat produksi," ujarnya. 

Berita Lainnya