sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

IHSG turun 1,81%: Asing jual BBCA, beli BMRI

Penurunan IHSG disebabkan oleh adanya tekanan aksi ambil untung alias profit taking investor.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 15 Sep 2020 16:17 WIB
IHSG turun 1,81%: Asing jual BBCA, beli BMRI
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 266845
Dirawat 60431
Meninggal 10218
Sembuh 196196

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 1,81% ke level 5.100 pada perdagangan Selasa (15/9). Saham-saham di sektor keuangan yang turun 2,14% dan saham sektor infrastruktur yang turun 1,67% menjadi pendorong pelemahan IHSG hari ini.

Tercatat sebanyak 13,9 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp8 triliun. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai Rp1,11 triliun di seluruh pasar.

Saham-saham seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) menjadi saham-saham yang banyak dijual oleh investor asing. Sementara saham-saham seperti PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP), dan PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) menjadi saham yang paling banyak dibeli investor asing.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan penurunan IHSG disebabkan oleh adanya tekanan aksi ambil untung alias profit taking investor pada perdagangan hari ini, di tengah rilis neraca perdagangan Agustus yang mengalami surplus.

Sponsored

Dalam rilisnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar US$2.33 miliar dari sebelumnya US$3.26 miliar. Ekspor dan impor bulan Agustus 2020 masih dalam kontraksi. Namun, kontraksi tersebut tercatat mulai mengecil.

"Surplus neraca perdagangan tersebut memberikan katalis positif sehingga dapat menahan koreksi indeks agar tidak turun terlalu dalam," kata dia.

 

Berita Lainnya
×
img