sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

IMF akan bahas mata uang digital

Isu mata uang digital akan menjadi salah satu topik utama selain topik utama lain sesuai dengan mandat lembaga internasional

Hermansah
Hermansah Jumat, 02 Mar 2018 18:52 WIB
IMF akan bahas mata uang digital
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Mata uang digital akan menjadi salah satu topik bahasan pada pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Oktober 2018.

"Pada intinya IMF untuk digital currency ini, sifatnya masih melihat ada positif negatifnya," kata Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) Juda Agung seperti dilansir Antara, Jumat (2/3).

Isu mata uang digital akan menjadi salah satu topik utama selain topik utama lain sesuai dengan mandat lembaga internasional itu dalam menjaga stabilitas moneter, sistem keuangan dan stabilitas nilai tukar.

Mata uang digital alias mata uang kripto, sedang menjadi bahasan hangat di organisasi keuangan internasional tersebut. Mata uang digital lahir dari kecanggihan teknologi yang menjadi keniscayaan dari transaksi masa depan. Meski demikian, IMF juga memberikan peringatan terkait risiko yang melekat dalam pemanfaatan mata uang digital.

Selain itu, ada isu di luar tugas utama IMF yang juga akan dibahas dalam pertemuan yang akan dihadiri sekitar 15 ribu delegasi dari 189 negara di dunia itu. Di antaranya terkait ketimpangan ekonomi yang saat ini menjadi fenomena global."Semakin besar ketimpangannya semakin berdampak negatif ke pertumbuhan ekonomi," ucapnya.

Isu perubahan iklim juga menjadi topik yang akan didiskusikan oleh para delegasi. Mengingat hal itu berdampak terhadap perekonomian global terutama bagi negara yang terdampak bencana alam atau perubahan iklim.

Isu lainnya adalah korupsi karena juga mempengaruhi kondisi ekonomi suatu negara.

Juda Agung merupakan salah dari 24 direktur eksekutif di IMF yang membawahi atau mewakili 13 negara di antaranya Brunei Darussalam, Kamboja, Fiji, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Filipina, Singapura, Thailand, Tonga dan Vietnam.

Sponsored
Berita Lainnya