logo alinea.id logo alinea.id

INDEF: Ekonomi kuartal II-2019 bisa tumbuh hingga 5,2%

Perbaikan ekonomi pada kuartal II-2019 akan ditopang oleh konsumsi terutama selama Ramadan dan Idulfitri 2019.

Soraya Novika
Soraya Novika Selasa, 14 Mei 2019 11:21 WIB
INDEF: Ekonomi kuartal II-2019 bisa tumbuh hingga 5,2%

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2019 bisa mencapai 5,1%-5,2%. Perbaikan ekonomi pada kuartal tersebut akan ditopang oleh konsumsi terutama selama Ramadan dan Idulfitri 2019.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho menyatakan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2019 akan lebih baik dari triwulan sebelumnya. Seperti diketahui, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,07% pada kuartal I-2019 atau meleset dari target sebesar 5,2%.

"Kuartal II-2019 akan mencapai 5,1% atau hingga 5,2%. Terutama karena faktor musiman bulan puasa dan lebaran, ditambah adanya kenaikan gaji ke-13 dan pembagian tunjangan hari raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)," kata Andry saat dihubungi Alinea.id dari Jakarta, Selasa (14/5).

Sementara, pertumbuhan ekonomi kuartal sebelumnya lebih banyak didorong oleh  harga komoditas minyak dan gas (migas) yang menurun di pasar internasional. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), harga minyak mentah Indonesia mencapai US$65,12 dolar per barrel pada Kuartal IV-2018. Akan tetapi, memasuki kuartal I-2019, turun menjadi US$60,49 per barrel atau turun sebesar 7,11%.

Di sisi lain, meskipun kondisi ekonomi pada kuartal II-2019 diproyeksi naik dari kuartal sebelumnya, namun Andry mengingatkan akan adanya risiko inflasi. Andry melihat puncak inflasi pada kuartal II-2019 akan terjadi pada sekitar bulan Juni sebesar 0,6%-07%.

"Yang perlu diwaspadai adalah inflasi yang kemungkinan terjadi akibat naiknya harga pokok dan angkutan udara," ucapnya.

Sebelumnya, BPS juga telah merilis data inflasi dari indeks harga grosir. Dari data BPS, disebutkan bahwa sepanjang awal tahun 2019, inflasi pada tingkat perdagangan besar mencapai 0,69% dan secara year on year mencapai 2,01%.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2019 bisa mencapai 5,3%. Keyakinan ini berdasarkan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 sebesar 5,07%, naik sedikit dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar 5,06%.

Sponsored

"Insyaallah, kami akan usahakan pertumbuhan ekonomi hingga 5,3%," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Sri Mulyani optimistis pertumbuhan ekonomi pada semester II-2019 bakal tumbuh positif bila kondisi iklim investasi dan konsumsi terjaga. Untuk itu, Sri Mulyani menjamin pemerintah bakal tetap menjaga keduanya tetap tumbuh, meskipun ekonomi global diprediksi bakal mengalami perlambatan. 

"Kalau dari investasi dan konsumsi bisa dijaga, saya rasa itu akan cukup bisa untuk menjaga pertumbuhan pada semester kedua," tutur Sri Mulyani.

Selain itu, kata Sri Mulyani, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2019 akan ditopang oleh investasi. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menilai investasi masih akan tumbuh setelah pemilihan presiden. Setelah pengumuman 22 Mei nanti, ada kepastian politik dan kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintahan baru.

"Bapak Presiden Joko Widodo sudah meminta agar situasi investasi bisa diperbaiki. Sedangkan dari sisi belanja pemerintah, sudah cukup bagus kemarin itu yang menjadi salah satu kontribusi dan kita berharap akan kontinu di kuartal kedua," kata Sri.

Di samping itu, pertumbuhan ekonomi pada semester selanjutnya akan ditopang oleh faktor musiman seperti momentum Ramadan dan Idulfitri 2019. "Mungkin untuk kelompok menengah kita masih bisa berharap lebih meningkat nanti pada kuartal II ini dengan adanya seasonal seperti Ramadan dan Idulfitri," katanya.