sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

INDEF: Investasi miras tak berdampak terhadap perekonomian

Melalui Perpres 10/2021, pemerintah memperlonggar izin pendirian bidang usaha minuman keras (miras) atau beralkohol di Indonesia.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Senin, 01 Mar 2021 12:21 WIB
INDEF: Investasi miras tak berdampak terhadap perekonomian
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Kehadiran investasi minuman keras (miras) diyakini takkan berdampak signifikan terhadap perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, Sulawesi Utara (Sulut), dan Papua.

"Ya, enggak. Enggak terlalu (berkontribus). Menurut saya, enggak terlalu," ujar Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Taufik, saat dihubungi Alinea, Senin (1/3).

Pemerintah memperlonggar izin pendirian industri miras di empat daerah, yakni NTT, Bali, Sulut, dan Papua. Kebijakan tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal, turunan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

Langkah ini ditempuh dengan dalih kegiatan yang ada dan berbasis kearifan lokal menjadi legal. Dus, menguatkan pengawasan serta kontrol atas produksi dan distribusinya.

Menurut Taufik, pemerintah semestinya menggenjot investasi berdasarkan potensi unggulan. Dicontohkannya dengan budi daya perikanan dan pariwisata di Sulut.

"Papua, kan, juga ikannya banyak, banyak sumber daya ikan, tambang. (Itu) bisa dikelola lebih baik," jelasnya. "Mungkin bisa dikembangkan potensi lain yang punya motif layar ekonomi buat masyarakat banyak lebih baik."

Selain di NTT, Bali, Sulut, dan Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan lokal setempat, industri minuman beralkohol juga dapat didirikan di daerah lain selama mengantongi usulan gubernur dan izin diterbitkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Ini tertuang dalam Lampiran III Perpres 10/2021.

Selain skala industri, perpres turut mengatur perizinan bidang usaha perdagangan eceran hingga skala kaki lima miras atau beralkohol. Syaratnya, jaringan distribusi dan tempatnya khusus.

Sponsored
Berita Lainnya