sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indef: Kartu Prakerja bukan solusi atasi pengangguran

Pemerintah menyiapkan dana Rp10 triliun untuk program kartu prakerja yang ditargetkan dapat menyerap 2 juta tenaga kerja.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 20 Des 2019 20:23 WIB
Indef: Kartu Prakerja bukan solusi atasi pengangguran
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 252923
Dirawat 58788
Meninggal 9837
Sembuh 184298

Pemerintah menyiapkan dana Rp10 triliun untuk program kartu prakerja yang ditargetkan dapat menyerap 2 juta tenaga kerja.

Peneliti Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Mirah Midadan menilai berdasarkan program Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker), Kementerian Ketenagakerjaan hanya mampu menyediakan 180.000 slot.

Sementara itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2019 tingkat pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 7 juta orang. Artinya, dengan serapan yang mampu diterima kartu prakerja hanya 2,57% angka pengangguran nasional.

"Hanya ada jumlah 180.000 ketersediaan di sistem ketenagakerjaan. Artinya dengan 7 juta pengangguran ini, kartu prakerja hanya mampu menyerap 2,57% dari pengangguran," katanya di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Jumat (20/12).

Dengan demikian, Mirah menengarai, kartu prakerja tidak mampu menjadi solusi dalam menurunkan tingkat pengangguran di Indonesia. Justru dia memprediksi ke depan angka pengangguran terbuka tetap akan meningkat.

"Ke depan pengangguran kita tetap akan melebar," ujarnya.

Sementara itu, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Padahal, katanya, pemerintah seharusnya lebih mendorong pekerja Indonesia untuk bekerja di luar negeri.

Selain akan mengurangi gap penganggur yang ada di Indonesia, dengan bekerja di luar negeri sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia akan meningkat. Karena, pelatihan keterampilan yang diberikan lebih mumpuni.

Sponsored

"Selain itu juga akan menambah devisa negara. Jadi keuntungannya dua, SDM mutunya naik, negara dapat devisa dari sana," ucapnya.

Dia pun menyoroti pemberian sertifikasi lewat program vokasi pemerintah. Menurutnya sertifikat tersebut tidak belum mampu menjamin para peserta akan mendapatkan pekerjaan, karena belum adanya pelibatan dunia industri dalam program tersebut.

"Percuma kan punya banyak sertifikat tapi tidak juga dapat kerja," ujarnya.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program kartu prakerja tersebut akan me-link and match antara para pencari kerja dengan kebutuhan industri. 

Dia pun meyakini kartu prakerja tersebut akan mampu mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Dia pun mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah insentif bagi dunia industri agar mau terlibat dalam program tersebut. 

"Kartu prakerja dapat menyerap 2 juta tenaga kerja, ditambah dengan vokasi dan insentif super deduction tax. Agar skill tenaga kerja kita bisa di-improve," jelasnya.

Berita Lainnya
×
img