sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Indeks Pembangunan Manusia pada 2019 gagal capai target

Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Papua terendah dibandingkan dengan yang lainnya.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 17 Feb 2020 17:10 WIB
Indeks Pembangunan Manusia pada 2019 gagal capai target
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 24749
Dirawat 16802
Meninggal 1496
Sembuh 6240

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2019 yang mencapai 71,92. IPM tersebut meningkat dibandingkan 2018 yang sebesar 71,39, namun masih di bawah target pemerintah sebesar 71,98.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menjelaskan terjadi perbaikan IPM setiap tahunnya sebesar 0,87%. Perbaikan indeks tersebut dikarenakan terjadinya perbaikan untuk sejumlah komponen.

"Selama 2010-2019, IPM Indonesia mencatat pertumbuhan rata-rata per tahun sebesar 0,87 persen. Terjadi perbaikan pada komponen kesehatan, pendidikan dan daya beli," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (17/2).

Dia memaparkan, untuk komponen umur harapan hidup (UHH) saat lahir pada 2019 meningkat menjadi 71,34 tahun, lebih tinggi dibandingkan 2018 yang 71, 20 tahun.

Sedangkan dari komponen pendidikan, rata-rata lama sekolah (RLS) manusia Indonesia meningkat menjadi 8,34 tahun di 2019, dibandingkan 2018 yang hanya 8,17 tahun. Sementara harapan lama sekolah (HLS) meningkat menjadi 12,95 tahun di 2019. Di 2018 hanya 12,91 tahun.

Jika dari sisi daya beli, terjadi peningkatan rata-rata pengeluaran per kapita per tahun masyarakat dari Rp11.059 juta di 2018, menjadi Rp11.299 juta di 2019. Peningkatan daya beli di 2019 ini, lanjut Kecuk, karena terjaganya inflasi di 2019 di angka 2,72%.

"Kalau pendapatannya naik dan inflasi terjaga seperti di 2019, maka daya beli akan meningkat dan tahun lalu inflasi bagus sekali," ujarnya.

Namun demikian, jika dilihat per provinsi, peningkatan status IPM dari sedang ke tinggi pada 2019 hanya terjadi untuk Provinsi Sumatera Selatan dari IPM 69,39 di 2018, menjadi 70,02 di 2019.

Sponsored

Sementara itu, Provinsi Papua masih mengalami angka IPM terendah dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia. Provinsi Papua IPM-nya hanya 60,84. Jauh dibandingkan Provinsi DKI Jakarta yang mencapai 80,76.

Lebih rinci, jika dilihat dari sisi kabupaten kota di Provinsi Papua terjadi kesenjangan IPM yang amat lebar. Di Kota Jayapura IPM-nya menyentuh 80,16 dengan kategori sangat tinggi. Sementara di Kota Nduga hanya 30,75 dengan kategori rendah.

Berita Lainnya