sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indofarma dan Kimia Farma produksi antivirus lokal

Indofarma memproduksi antivirus oseltamivir, sedangkan Kimia Farma siap memproduksi favipiravir.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 24 Sep 2020 19:45 WIB
Indofarma dan Kimia Farma produksi antivirus lokal
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 396.454
Dirawat 60.694
Meninggal 13.512
Sembuh 322.248

Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mendorong perusahaan farmasi dalam negeri untuk penyediaan alat kesehatan dan obat-obatan esensial sebagai terapi penyembuhan pasien Covid-19. 

Ketua Pelaksana KPCPEN Erick Thohir mengatakan, beberapa obat antivirus yang sangat diperlukan untuk menangani pasien Covid-19 masih diimpor, seperti remdesivir. Menurutnya, dua perusahaan farmasi nasional, Indofarma dan Kimia Farma siap memproduksi obat antivirus tersebut di dalam negeri.

"Saat ini Indofarma memproduksi antivirus oseltamivir, yang sebelumnya diimpor. Sementara itu, Kimia Farma siap memproduksi favipiravir dan tengah memproses registrasi ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9).

Terkait vaksin Covid-19, pemerintah terus mempercepat ketersediaannya melalui jalur bilateral dan multilateral. 

Selain kerja sama Biofarma dengan Sinovac, atau Kimia Farma dengan G42, serta penjajakan kerja sama dengan Genexine, CanSino, dan AstraZeneca, pemerintah juga tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan farmasi lainnya, Pfizer, Johnson & Johnson, dan Novafax. 

“Ditambah mekanisme kerja sama multilateral dengan UNICEF dalam kerangka COVAX Facility, yakni berupa jaminan akan kecepatan, ketersediaan, dan pengiriman vaksin, maka usaha kami untuk menyegerakan ketersediaan vaksin demi melindungi masyarakat sudah di jalur yang tepat,” ujarnya.

Menteri BUMN ini juga mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat terus disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, untuk menjaga dari potensi penularan, sebelum pandemi benar-benar tertangani.

“Di tengah usaha-usaha pemerintah yang terus hadir dan berupaya terbaik melayani masyarakat serta menangani pandemi ini, kami berharap kita semua bahu-membahu untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan," kata dia.

Sponsored
Berita Lainnya