sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kadin: Selera kuliner sama, Indonesia bisa genjot ekspor mamin ke Korsel

Kadin menilai momentum renegosiasi IK-CEPA bisa meningkatkan ekspor bahan jadi dan promosi pariwisata Indonesia ke Korsel.

Soraya Novika
Soraya Novika Selasa, 19 Feb 2019 19:27 WIB
Kadin: Selera kuliner sama, Indonesia bisa genjot ekspor mamin ke Korsel

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai renegosiasi perjanjian kerja sama perdagangan secara komprehensif Indonesia dan Korea Selatan (IK-CEPA) merupakan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk setengah jadi dan barang jadi serta promosi pariwisata.

Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk Korea Jongkie Sugiarto mengatakan selama ini Indonesia baru mampu mengekspor bahan mentah ke Negeri Gingseng. Sebaliknya, Korsel lebih dulu berhasil menembus pasar Indonesia lewat produk makanan dan minuman (mamin). 

"Jadi kita maunya jangan kita yang dijejelin kimchi mulu dari sana, kalau bisa kita jual sambal goreng kalengan ke sana," ujar Jongkie di Jakarta, Selasa (19/2).

Apalagi, menurutnya, Indonesia dan Korsel memiliki kemiripan selera kuliner. Sehingga, banyak produk-produk makanan dan minuman asal Indonesia yang berpotensi untuk dipasarkan ke Korsel seperti tempe, emping, kacang mede hingga sambal.

"Kita mau ekspor ke sana, yang kira-kira orang Korea juga suka,” katanya.

Di samping itu, Kadin juga melihat sektor pariwisata Indonesia harusnya bisa ditawarkan lebih agresif ke Korsel. Pasalnya, pendapatan per kapita Korsel jauh lebih tinggi dari Indonesia. Sehingga, penduduknya tidak kesulitan untuk melancong ke Indonesia.

"Apalagi sekarang sudah banyak penerbangan langsung dari Seoul ke Bali. Misalkan dari Asiana dan Korean Air sudah ada,” kata dia.

Mengutip data neraca perdagangan Indonesia dengan Korea Selatan dariBadan Pusat Statistika (BPS), ekspor Korsel ke Indonesia dari tahun 2017-2018 memang mengalami kenaikan yakni hingga 11,9%. Pada 2017 tercatat, Indonesia menerima ekspor dari Korsel senilai US$8,122 juta sedangkan pada akhir 2018 nilainya naik menjadi US$9,088 juta.

Sponsored