logo alinea.id logo alinea.id

Indonesia dan AS bentuk komite dagang bersama

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan The United States Chamber of Commerce (USCC) kerja sama peningkatan ekspor.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 13 Sep 2019 18:53 WIB
Indonesia dan AS bentuk komite dagang bersama

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) akan membentuk komite bersama dengan The United States Chamber of Commerce (USCC) untuk memperkuat kerja sama dagang antar kedua negara.

"Kerja sama ini cukup menarik karena diinisiasi oleh asosiasi-asosiasi yang ada di Indonesia dan US Chamber," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Hariyadi Sukamdani, di Jakarta, Jumat (13/9).

Dia melanjutkan, fokus kerja sama tersebut untuk peningkatan ekspor produk-produk Indonesia di pasar ritel Amerika Serikat (AS). 

"Ini adalah suatu komite bersama yang kami lakukan untuk menjembatani semua kesempatan dan komunikasi dari kami sebagai produsen dan mereka sebagai retailer," ujarnya.

Lebih jauh, Hariyadi mengatakan produk-produk dari Indonesia seperti tekstil, sepatu, furniture, makanan, dan minuman, akan dipasarkan melalui toko-toko ritel seperti Walmart di Amerika Serikat.

"Jadi lebih clear gitu loh jualnya ke retailer. Di sana kan yang ritel-ritel ada di sana semua, jadi mereka akan beli di (toko ritel seperti) Walmart," ucapnya.

Ia pun mengatakan untuk memperlancar kerja sama ini dalam waktu dekat akan diadakan roadshow ke AS dan sebaliknya.

"Pertama mereka yang kesini, kan ada pameran Oktober yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan tuh. Nah, mereka datang sesudah ini kita ke sana," katanya.

Sponsored

Dalam kunjungannya, lanjut Hariyadi, Indonesia akan bertemu dengan level senior eksekutif retailer di sana. Sementara, kunjungan Amerika akan melihat fasilitas dan kesiapan yang Indonesia miliki.

"Nanti akan diikuti oleh baik sifatnya roadshow kita ke mereka dan sebaliknya mereka ke Indonesia untuk melihat langsung fasilitas yang kita punya. Pabrik dan segala macam," tuturnya.

Dia pun akan menjelaskan komite tersebut melibatkan berbagai asosiasi seperti Kadin dan Apindo dari Indonesia. Dia juga menjelaskan, nantinya akan dibentuk dana patungan untuk membangun sekretariat bersama sebagai wadah pendukung kegiatan perdagangan kedua pihak.

"Kita nanti akan mengumpulkan dana bareng-bareng hire semacam sekretariat bersama nanti itu akan garap secara daily base. Jadi benar-benar istilahnya ad hoc, ini betul-betul yang ingin kita bangun adalah komunikasi secara persistent, secara continue," ujarnya.

Sementara itu, Dewan Pertimbangan asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi mengatakan kerja sama dengan US Chamber tersebut adalah bagian dari perang dagang antara AS dengan Tiongkok.

Dia mengatakan, dengan kerja sama ini Indonesia akan menggantikan  peranan China yang selama ini menguasai oangsa pasar ritel AS.

"Kita menggantikan peranan China sebagian, itu kan besar sekali yang dia perlukan. Nah ini yang kita mau ganti. Sehingga macam-macam itu bisa beli ke perusahaan kita," katanya di lokasi yang sama.

Sofyan melanjutkan, dalam kerja sama tersebut seharusnya Indonesia bisa membeli dua kali lipat barang produksi Indonesia secara jumlah, karena banyaknya produk yang belum didapatkan AS dari China.

"Sebenarnya sekarang ini kita bisa double kapasitas kita. Karena banyak sekali yang mereka enggak beli sama China," ucapnya.

Dia pun menuturkan, secara ekspor Indonesia masih kalah dengan Vietnam. Nilai ekspor Indonesia dari garmen totalnya hanya US$11 hingga US$13 miliar.

"Sedangkan Vietnam jauh lebih tinggi dari kita, sudah," ucapnya.

Oleh karena itu, katanya, ini adalah kesempatan Indonesia untuk meningkatkan ekspor dalam negeri. Terlebih, ujarnya, produk dalam negeri sangat kompetitif jika dibandingkan dengan produk negeri tirai bambu tersebut, usai ditetapkannya bea masuk terhadap barang-barang China oleh Amerika.

"Sekarang kita sudah kompetitif kalau dengan bea masuk yang begitu tinggi oleh China itu," tuturnya.