sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indonesia dorong inisiatif kawasan untuk pembangunan infrastruktur

Indonesia juga berkomitmen melanjutkan proses keanggotaan di Financial Action Task Force (FATF) yang sempat tertunda akibat pandemi. 

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 05 Okt 2020 14:22 WIB
Indonesia dorong inisiatif kawasan untuk pembangunan infrastruktur
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Indonesia mendorong pengembangan inisiatif kawasan untuk pembangunan infrastruktur. Termasuk untuk mendukung transformasi ke teknologi digital dalam pertemuan antara menteri keuangan dan gubernur bank sentral ASEAN (ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors’ Meeting/AFMGM) pada 2 Oktober.

“Prioritas Indonesia dalam mendorong pembangunan infrastruktur bukan hanya untuk memfasilitasi aktivitas ekonomi selama pandemi, namun juga untuk mengantisipasi pergeseran modalitas proses belajar mengajar melalui platform digital," kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dalam keterangan resmi, Senin (5/10).

Secara umum, rangkaian keseluruhan pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama ekonomi dan keuangan. Dengan penekanan diskusi pada agenda membangun ketahanan dan mendorong pemulihan ekonomi kawasan yang terdampak pandemi Covid-19

Indonesia berkomitmen melanjutkan proses keanggotaan di Financial Action Task Force (FATF) yang sempat tertunda akibat pandemi. 

Selain itu, Suahasil mendukung perkembangan yang telah dicapai ASEAN Infrastructure Fund (AIF) dengan inisiatif Fasilitas Pembiayaan Hijau Katalitik ASEAN (ASEAN Catalytic Green Finance Facility/ACGF) yang merupakan terobosan penting untuk memfasilitasi keterlibatan swasta pada pembiayaan infrastruktur hijau di kawasan.

Fasilitas ACGF yang diresmikan oleh menteri keuangan dan gubernur bank sentral ASEAN di April 2019, kini telah mendapatkan komitmen pendanaan dari mitra pembangunan sebesar US$1,5 miliar. Dalam waktu dekat akan memulai penyaluran pembiayaan bagi beberapa proyek strategis di beberapa negara, termasuk Indonesia. 

AIF sendiri dibentuk oleh ASEAN sejak 2011 bekerja sama dengan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank). Indonesia memegang peran sebagai Ketua Dewan Direktur AIF dan merupakan penerima manfaat terbesar dari AIF, dengan lebih dari 70% pembiayaan AIF disalurkan pada proyek infrastruktur di Indonesia.

Selain mendorong inisiatif pembangunan infrastruktur, Indonesia juga mendorong inisiatif pembiayaan yang berkelanjutan di ASEAN. Indonesia memandang inisiatif tersebut sebagai salah satu mesin pendorong pemulihan ekonomi di kawasan. 

Sponsored

"Potensi pengembangan pembiayaan berkelanjutan bagi negara ASEAN terbuka sangat lebar, terutama dilihat dari pertumbuhan pasar obligasi berkelanjutan dunia yang sangat pesat," tambahnya.

Dia pun menuturkan, Indonesia merupakan salah satu negara terdepan dalam pengembangan pembiayaan berkelanjutan. Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerbitkan obligasi syariah hijau pemerintah di 2018, serta telah mampu menerbitkan obligasi hijau dan berkelanjutan baik oleh pemerintah maupun korporasi dengan nilai total US$3,4 miliar.

Untuk mengakselerasi pencapaian tujuan tersebut, menteri keuangan dan gubernur bank sentral ASEAN menyepakati untuk mengesahkan dokumen Laporan Pengembangan Pembiayaan Berkelanjutan di ASEAN. 

Dokumen ini akan menjadi dokumen rujukan arah kerjasama penguatan kebijakan, pemastian sinergi dan koordinasi, peningkatan kesadaran dan kapasitas, serta pembangunan penawaran dan permintaan pembiayaan berkelanjutan di kawasan. 

Berita Lainnya