sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indonesia perkuat kerja sama dengan Swiss

Menlu dan Menteri BUMN mengukuhkan kemitraan di bidang kesehatan, ekonomi, dan pendidikan.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Sabtu, 17 Okt 2020 15:02 WIB
Indonesia perkuat kerja sama dengan Swiss
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 365.240
Dirawat 64.032
Meninggal 12.617
Sembuh 289.243

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dan Menteri BUMN, Erick Thohir, merampungkan perjalanan diplomatiknya di Bern dan Jenewa, Swiss, Jumat (16/10). Langkah kedua menteri Kabinet Indonesia Maju itu jadi bagian menuntaskan kerja sama bilateral dan multilateral tentang pemulihan kesehatan dan ekonomi pascapandemi coronavirus baru (Covid-19). 

Dalam keterangan pers virtualnya, Retno menjelaskan, rangkaian perjalanannya bersama Erick membahas sejumlah agenda, seperti kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan buruh. Di tingkat bilateral, Indonesia dan negara sahabat kian memperkuat komitmen kerja sama dengan prinsip saling menghormati. 

"Swiss adalah mitra terbesar keempat Indonesia di Eropa. Nilai perdagangan kedua negara US$2,1 miliar," katanya, Jumat (16/10). 

Sedangkan di level mutilateral, sambung dia, Indonesia jadi bagian penting dari komunitas global dalam upaya pemulihan kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Di Swiss, Retno dan Erick bertemu dengan wakil presiden dan petinggi bisnis setempat. Keduanya juga mengadakan pertemuan dengan Dirjen WHO dan CEO Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI), dan perwakilan UNICEF.

"Perjalanan ini dalam upaya pengamanan komitmen terkait ketersediaan vaksin, baik dalam kerangka kerja sama bilateral dan multilateral," ujarnya. 
 
Senada dengan Menlu, Menteri BUMN, Erick Thohir, menjelaskan, pertemuan di Swiss semakin memperkuat kerja sama strategis di sektor ekonomi dan kesehatan. 

Dia memberikan kabar baik tentang komitmen kerja sama antara perusahaan BUMN dengan perusahaan raksasa global, khususnya PT KAI (Persero) dan produsen kereta dunia, Stadler Rail. 

"Setelah kemarin di Inggris, Bio Farma diakui sebagai perusahaan kelas dunia oleh CEPI. Kini di Swiss, PT KAI menjalin kerja sama dengan Stedler. Ini dalam rangka menegaskan posisi KAI sebagai 'pemain' di level regional," katanya. 

Sponsored

KAI dan Stadler akan bekerja sama dalam memproduksi rangkaian kereta. Tak hanya di Indonesia melainkan juga di kawasan Asia Oseania. "Stadler juga menyatakan akan membangun kantor pusat regionalnya untuk kawasan Asia dan Oseania di Indonesia. Ini merupakan kepercayaan dan apresiasi," ujarnya. 

Selain Bio Farma dan KAI yaang menjalin kesepakatan kerja sama besar dengan perusahaan dunia, Erick optimistis akan semakin banyak BUMN yang melebarkan sayapnya ke pentas global.

Selain kesepakatan bisnis, dirinya mengatakan, perjalanannya ke Inggris dan Swiss dalam rangka memastikan kerja sama tentang penanganan Covid-19, terutama memastikan ketersediaan vaksin bagi rakyat. 

"Alhamdulillah, rangkaian perjalanan ke Inggris dan Swiss sangat baik. Penting bagi Indonesia untuk terus menjadi bagian dari dunia dalam menangani Covid-19. Semua jadi bagian kita untik memastikan keamanan untuk rakyat Indonesia," kata Erick.

Berita Lainnya