sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

BI: Industri makanan halal dunia bernilai US$1,8 triliun di 2023

Bank Indonesia menyebut potensi industri halal akan meningkat secara signifikan dalam lima tahun ke depan.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Kamis, 14 Nov 2019 14:49 WIB
BI: Industri makanan halal dunia bernilai US$1,8 triliun di 2023

Bank Indonesia menyatakan potensi industri halal akan meningkat secara signifikan dalam lima tahun ke depan. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memprediksi nilai industri makanan halal akan mencapai US$1,8 triliun pada 2023.

Prediksi ini berdasarkan jumlah penduduk muslim yang terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Saat ini, kata Perry terdapat 1,8 miliar penduduk muslim di seluruh dunia.

"Oleh karena itu permintaan barang dan jasa produk halal juga akan semakin meningkat dan besar di masa mendatang. Itu potensi yang harus kita lihat dan perbesar lagi," kata Perry dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 di Jakarta, Kamis (14/11).

Perry melanjutkan, proyeksi nilai industri halal tersebut berdasarkan laporan Global Islamic Economy Report 2019/2020 yang baru dirilis.

Perry menjelaskan bahwa penduduk muslim yang semakin banyak akan meningkatkan produk makanan, fesyen, dan jasa-jasa bersertifikat halal di seluruh dunia.

Tidak hanya industri makanan halal, pada 2023 nilai industri pariwisata halal akan mencapai US$274 miliar. Sedangkan nilai industri mode halal akan mencapai US$361 miliar.

Perry mengatakan potensi tersebut harus didukung dengan langkah antisipatif untuk menjawab beberapa tantangan perkembangan industri halal.

Tantangan itu adalah perkembangan digitalisasi, kebutuhan konvergensi internasional, tata kelola industri halal dan regulasi yang tepat di seluruh dunia, dan mekanisme pembiayaan syariah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sponsored

Sebagai salah satu implementasi pengembangan industri halal di bidang fesyen, ISEF akan membahas mengenai potensi fesyen etis dan berkelanjutan dalam mendukung Indonesia jadi pemain di industri halal global di dalam Sustainable & Ethical Fashion.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan ISEF 2019 atas kerja sama BI, Indonesia Fashion Chamber (IFC), dan Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC). (Ant)