logo alinea.id logo alinea.id

Industri nonmigas ditargetkan tumbuh 5,57% tahun ini

Industri nonmigas diprediksi mengalami pertumbuhan 5,57% pada 2019 dibandingkan tahun sebelumnya.

Annisa Rahmawati
Annisa Rahmawati Kamis, 31 Jan 2019 17:03 WIB
Industri nonmigas ditargetkan tumbuh 5,57% tahun ini

Kementrian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan industri pengolahan nonmigas masih akan bertumbuh positif. Staf Ahli Menteri Bidang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Kemenperin Imam Haryono  menyatakan industri ini akan mengalami pertumbuhan 5,57% pada 2019 dibandingkan tahun sebelumnya.

"Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,4%," ujar Imam di Jakarta, Kamis (31/1).

Imam menyatakan akan ada lima sektor unggulan dari industri nonmigas yang akan tumbuh signifikan tahun ini. Kelima sektor tersebut yakni makanan dan minuman mencapai 9,86%; tekstil dan pakaian 9,61%; dan kulit, barang dari kulit, alas kaki 5,40%. Selanjutnya barang dari logam, elektronika, komputer mencapai 3,81% dan mesin mencapai  7%.

lmam menilai lima sektor tersebut paling diminati di seluruh dunia. “Tentu akan kita upayakan investasinya secara signifikan dengan meningkatkan sumber daya dan memberikan fasilitas fiskal baik tax holiday maupun tax incentives," katanya.

Imam menegaskan pertumbuhan industri pengolahan non-migas sepanjang 2015 - 2018 mencapai 4,87%. Sedangkan untuk produk domestik bruto (PDB) non-migas sepanjang 2018 sebesar Rp2.555,8 triliun.

"Hal ini turut mempengaruhi peningkatan pangsa pasar terhadap industri manufaktur global, yang mencapai 1,84% di tahun 2018," kata dia.

Sementara itu, menurut data World Bank 2017, kontribusi manufaktur Indonesia mencapai 20,5% dari PDB. Capaian itu juga membawa Indonesia ke peringkat lima di antara negara ASEAN yang kontribusi manufaktur di bawah 10%.

Sementara, kontribusi industri manufaktur terhadap total PDB sepanjang 2018 yakni industri pengolahan mencapai 19,89%, non migas 17,66%, migas dan batubara 2,33%.  

Sponsored

Adapun  kontribusi pajak sektor industri terhadap total penerimaan pajak mencapai 30% yang atau sebesar Rp363,60 triliun. 

Realisasi tersebut meningkat sebesar 11,12% dibandingkan pada 2017. Sementara untuk realisasi cukai dari industri hasil tembakau mencapai 95% sebesar Rp151,71 triliun sepanjang 2014-2017.

Dia juga menjelaskan sepanjang 2014-2017 pemerintah telah mendorong pertumbuhan industri baru dengan hasil penambahan 6.000 unit usaha pada industri besar dan sedang. Sedangkan sepanjang 2015-2018 pada industri kecil mengalami 10 ribu unit pertumbuhan.