sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Inflasi 2019 jadi terendah sejak 1999, ini penyebabnya

Badan Pusat Statistik mencatat laju inflasi sepanjang 2019 tumbuh sebesar 2,72%.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 03 Jan 2020 16:20 WIB
Inflasi 2019 jadi terendah sejak 1999, ini penyebabnya
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2491
Dirawat 2090
Meninggal 209
Sembuh 192

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi sepanjang 2019 tumbuh sebesar 2,72% (year on year/yoy). Angka ini menjadi inflasi terendah sejak 1999 yang tumbuh 1,9% (yoy).

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan ada empat faktor yang menyebabkan inflasi 2019 rendah. Pertama, kapasitas produksi mampu mencukupi permintaan barang dari konsumen.

Hal tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan inflasi inti yang juga relatif rendah sebesar 3,02%. Inflasi inti mencerminkan seberapa jauh pasokan bisa memenuhi permintaan.

Perry mengatakan permintaan memang naik, tapi kapasitas produksi masih bisa mencukupi.

“Sehingga produsen masih bisa memenuhi permintaan, dan tekanan harga dari sisi permintaan itu sangat rendah. Itu terlihat dari inflasi inti," katanya, di BI, Jakarta, Jumat (3/1).

Faktor kedua, koordinasi kebijakan antara pemerintah pusat, daerah, dan BI untuk menjaga pasokan dan keterjangkauan harga pangan sehingga kelompok volatile food turut rendah.

"Bahkan, sejumlah barang komoditas deflasi seperti bawang merah, cabai naik sedikit, tapi tidak begitu naik. Hampir seluruh komponen bahan makanan mengalami inflasi rendah bahkan mengalami deflasi," ujarnya. 

Faktor ketiga, dipengaruhi oleh stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah terapresiasi sebesar 2,68% menjadi Rp13,970.51 per dolar AS selama 2019. 

Sponsored

"Tekanan harga dari eksternal dan global sangat rendah bahkan tidak signifikan karena nilai tukar terkendali membuat barang-barang dalam negeri atau yang diimpor itu rendah," ucapnya.

Faktor keempat, dipengaruhi oleh ekspektasi harga-harga komoditas ke depan dari para ekonom, konsumen, dan produsen yang masih terjaga rendah. 

Indeks kepercayaan konsumen (IKK) Desember sendiri meningkat menjadi 124,4 dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 123,7.Selain itu, indeks ekspektasi penjualan enam bulan ke depan juga mengalami peningkatan dari 154,3 menjadi 156,1 pada Desember. 

"Jadi secara keseluruhan ini menunjukkan bahwa kegiatan sektor ekonomi riil geliatnya meningkat, baik dari sisi konsumsi sebagaimana terindikasi di indeks konsumen maupun di penjualan riil," jelasnya.

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya