sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Inflasi Mei diprediksi hanya 0,09%

Disebabkan rendahnya permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa akibat dari penurunan pendapatan karena pandemi Covid-19.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 28 Mei 2020 16:12 WIB
Inflasi Mei diprediksi hanya 0,09%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 389.712
Dirawat 62.649
Meninggal 13.299
Sembuh 313.764

Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi pada Mei 2020 sangat rendah atau berada di level 0,09% secara bulanan (month to month/mtm), atau 2,21% secara tahunan (year on year/yoy). Padahal di Ramadan biasanya inflasi mengalami kenaikan, karena tingginya konsumsi masyarakat.

"Sampai minggu keempat Mei 2020, berdasarkan survei pemantauan harga, kami perkirakan di Mei ini inflasinya sangat rendah, yaitu 0,09% (mtm). Kalau dihitung tahunannya adalah 2,21% (yoy)," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis (28/5).

Rendahnya inflasi pada Mei ini, disebabkan rendahnya permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa akibat dari penurunan pendapatan karena pandemi Covid-19.

Masyarakat dinilai lebih fokus untuk mencukupi kebutuhan dasarnya dibandingkan berbelanja kebutuhan sekunder untuk keperluan Lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau tahun sebelumnya, di Ramadan tidak hanya di rumah, kadang juga di restoran, demikian juga belanjanya juga banyak. Tahun ini karena ada Covid-19 permintaan itu rendah. Terlihat dari berbagai kegiatan ekonomi kita, termasuk juga pendapatan masyarakat," ujarnya.

Selain itu, rendahnya tingkat inflasi Mei juga didorong oleh turunnya harga komoditas global, seiring dengan penurunan permintaan yang juga menyebabkan harga barang impor turun. "Karenanya, kenapa imported inflation itu juga rendah," ucapnya.

Penyebab lainnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terjaga stabil dan menguat di Mei pada kisaran Rp14.600 per dolar AS. Di sisi lain, yang mendukung rendahnya inflasi Mei adalah terjaganya ekspektasi inflasi sebagai dampak dari koordinasi erat BI dan otoritas terkait, serta bauran kebijakan yang saling bersinergi.

"Dengan inflasi yang rendah di Ramadan, insya Allah secara keseluruhan tahun ini inflasi tetap terjaga di kisaran sasaran 3% plus minus 1%," tuturnya.

Sponsored
Berita Lainnya