sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Inilah 12 BUMN yang diusulkan peroleh PMN pada 2022

Anggaran tersebut akan difokuskan pada program penugasan dan restrukturisasi sebanyak 80% dan sisanya untuk pengembangan bisnis perusahaan. 

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 08 Jul 2021 15:36 WIB
Inilah 12 BUMN yang diusulkan peroleh PMN pada 2022

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengajukan anggaran sebesar Rp72,44 triliun kepada Komisi VI DPR RI sebagai penyertaan modal negara (PMN) kepada 12 perusahaan pelat merah.

Anggaran tersebut akan difokuskan pada program penugasan dan restrukturisasi sebanyak 80% dan sisanya untuk pengembangan bisnis perusahaan. 

"Banyak sekali penugasan yang diberikan kepada BUMN, yang selama ini kalau dilihat dari PMN-nya itu untuk 2022 saja adalah hampir 80%. Di mana, restrukturisasi 6,9%," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Kamis (8/7).

Adapun, 12 BUMN yang diajukan untuk mendapatkan PMN yaitu: 

1. PT Hutama Karya sebesar Rp31,35 triliun untuk penugasan pembangunan jalan tol Trans Sumatera.

2. PT Aviasi Pariwisata Indonesia Rp9,31 triliun guna penguatan permodalan dalam rangka restrukturisasi, pengembangan infrastruktur pariwisata dan infrastruktur aviasi, serta lahan dan penyelesaian proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

3. PT PLN sebesar Rp8,23 triliun untuk membiayai program pendanaan infrastruktur ketenagakerjaan, membangun transmisi gardu induk dan distribusi listrik perdesaan untuk tahun pembangunan 2021-2022.

4. PT Bank Negara Indonesia (BNI) sebesar Rp7 triliun untuk pengembangan bisnis dan penguatan modal guna meningkatkan modal tier I dan capital adequacy ratio (CAR).

Sponsored

5. PT KAI sebesar Rp4,1 triliun untuk penugasan dukungan dalam rangka menjalankan proyek strategis nasional (PSN) kereta cepat untuk menutup cost overrun.

6. PT Waskita Karya (WSKT) sebesar Rp3 triliun digunakan untuk restrukturisasi penguatan permodalan dalam rangka restrukturisasi.

7. PT BPUI senilai Rp2 triliun untuk merestrukturisasi Jiwasraya yang sampai dengan saat ini sudah selesai seluruh polis per 31 Mei 2021.

8. PT Adhi Karya senilai Rp2 triliun untuk penyelesaian tol DIY-Solo, DIY-Bawen, dan proyek SPAM Karian.

9. PT Perumnas sebesar Rp2 triliun guna program perumahan rakyat Jakarta-Medan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

10. PT Bank Tabungan Negara (BBTN) senilai Rp2 triliun guna penguatan modal untuk meningkatkan Tier I Capital dan CAR.

11. PT RNI sebesar Rp1,2 triliun sebagai penguatan industri pangan dan peningkatan inklusifitas petani, peternak, nelayan, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

12. PT Damri sebesar Rp250 miliar untuk penyediaan armada untuk program penugasan.
 

Berita Lainnya