sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Inilah langkah pemerintah hadapi pelemahan ekonomi

Pemerintah merasa perlu melakukan langkah tersebut, agar perputaran uang di Indonesia bisa berjalan optimal.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Sabtu, 29 Feb 2020 15:54 WIB
Inilah langkah pemerintah hadapi pelemahan ekonomi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26473
Dirawat 17552
Meninggal 1613
Sembuh 7308

Pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah dalam menangkal dampak coronavirus (Covid-19) bagi ekonomi Indonesia. Utamanya dampak daripada resesi ekonomi global akibat mewabahnya Covid-19.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Dany Amrul Ichdan, mengatakan, pemerintah telah menyiapkan langkah darurat akan hal itu, dengan menyiapkan paket kebijakan ekonomi.

"Termasuk inisiatif mendorong agar belanja pemerintah bisa ditingkatkan, baik melalui proyek infrastruktur padat karya, padat modal, dan padat penyerapan tenaga kerja," kata Dany dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/3).

Pemerintah merasa perlu melakukan langkah tersebut, agar perputaran uang di Indonesia bisa berjalan optimal.

Pemerintah juga akan memberikan insentif kepada sektor pariwisata dengan memberikan paket diskon sampai dengan 50% untuk pesawat guna menggerakan laju pariwisata.

"Ketiga, pemerintah akan mempercepat bantuan jaminan sosial, penambahan anggara JKN dan KIS, kemudian juga Kartu Keluarga Harapan," papar dia.

Lebih jauh, otoritas moneter akan mendeklarasikan penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI), khususnya untuk UKM. Hal ini dilakukan agar bisa menyerap fasilitas kredit dan pendistribusiannya secara merata ke beberapa wilayah.

"Kita harus hidupkan sentra ekonomi di daerah agar bisa ekonomi itu tetap berjalan karena pendapatan nasional harus dijaga," sambung Dany.

Sponsored

Pemerintah tidak menafikkan mewabahnya Covid-19 akan memberikan implikasi penurunan pendapatan nasional. Oleh karena itu, berbagai langkah tersebut akan diupayakan agar penurunan GDP tidak terlalu signifikan.

"Kemudian mendorong UKM dengan memberikan fasilitas publik," tutupnya.

Sementara Kepala Ekonom PT Bank Permata Josua Pardede mengatakan, penyebaran coronavirus bisa memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Ia mengharapkan dunia bisa mengatasi perkembangan virus ini, hal itu berkaca dari penanganan SARS pada 2003.

Berdasarkan proyeksi itu, maka kinerja perekonomian akan membaik sesuai pola v-shape pada semester II-2020, seiring dengan kebijakan maupun koordinasi otoritas terkait dalam mengelola sistem keuangan.

"Kuncinya adalah fiskal, moneter, dan reformasi struktur, yang kalau itu dijaga dengan baik, maka pertumbuhan ekonomi kita resilient dan jauh dari hantu resesi," ujarnya. (Ant)

Berita Lainnya