logo alinea.id logo alinea.id

INPEX berencana minta perpanjangan kontrak Blok Masela selama 20 tahun

INPEX berencana mengajukan perpanjangan kontrak 20 tahun dan amandemen production sharing cost (PSC).

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Senin, 17 Jun 2019 14:03 WIB
INPEX berencana minta perpanjangan kontrak Blok Masela selama 20 tahun

INPEX Corporation berencana mengajukan perpanjangan kontrak selama 20 tahun dan amandemen bagi hasil (production sharing cost/PSC) terkait pengembangan lapangan gas Blok Masela, Maluku.

"Bersamaan dengan penyerahan dokumen revisi POD ke pemerintah Indonesia, INPEX juga berencana mengajukan perpanjangan kontrak 20 tahun dan amandemen PSC," kata Senior Specialist Media Relation INPEX Masela, Ltd. Moch Nunung Kurniawan di Jakarta, Senin (17/6).

Ia mengharapkan proses persetujuan pemerintah Indonesia berjalan lancar setelah perusahaan menyerahkan revisi POD.

Setelah revisi POD disetujui, Nunung menjelaskan, INPEX akan melanjutkan ke tahap pekerjaan Front End Engineering Design (FEED) atau desain detail berdasarkan revisi POD tersebut.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Inpex Corporation menandatangani Head of Agreement (HOA) pengembangan lapangan hulu migas Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku.

HOA ditandatangani antara Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dan President Direktur Inpex Indonesia Shunichiro Sugaya, disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Hiroshige Seko, serta CEO dan Presiden Direktur Inpex Corporation Takayuki Ueda.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan penandatanganan HOA menjadi titik penting bagi investasi hulu migas di Indonesia, khususnya di laut dalam Indonesia bagian timur.

Dengan pengembangan lapangan Masela, kata dia, diharapkan akan segera masuk investasi luar negeri yang besar, dan dapat memberikan pengaruh positif bagi investasi asing langsung (foreign direct investment) di Indonesia. 

Sponsored

Selain itu, tercipta multiplier effect bagi industri pendukung dan turunan di dalam negeri dalam rangka mendukung perekonomian nasional.

"Ke depannya diharapkan iklim investasi di Indonesia akan semakin baik dan semakin kompetitif," kata Dwi.

Pengembangan hulu migas di Masela, lanjut dia, diharapkan dapat memberikan kontribusi tambahan produksi gas bumi sekitar ekuivalen 10,5 juta ton (mtpa) per tahun atau sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun dan 150 mmscfd gas pipa, dengan target onstream pada tahun 2027. (Ant)