sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Investasi industri pengolahan tembus Rp88,3 triliun di kuartal I-2021

Industri pengolahan berkontribusi signifikan atau 40,2% terhadap total nilai investasi di Indonesia.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 28 Apr 2021 19:30 WIB
Investasi industri pengolahan tembus Rp88,3 triliun di kuartal I-2021

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sepanjang kuartal I-2021 nilai investasi yang direalisasikan industri pengolahan atau manufaktur menembus Rp88,3 triliun atau naik 38% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp64 triliun.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, hasil itu menunjukkan Indonesia masih menjadi negara tujuan investasi bagi sejumlah industri skala global.

“Perolehan sebesar Rp88,3 triliun tersebut berkontribusi signifikan atau 40,2% terhadap total nilai investasi di Indonesia yang mencapai Rp219,7 triliun,” katanya dalam keterangan resmi yang dikutip, Rabu (28/4).

Rincian nilai investasi sektor industri manufaktur pada kuartal I-2021 itu berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp23 triliun serta penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp65,3 triliun. 

Jumlah sumbangsih tersebut melonjak dibanding perolehan pada periode yang sama tahun lalu, yakni PMDN sekitar Rp19,8 triliun dan PMA Rp44,2 triliun.

Adapun, dua sektor manufaktur yang mencatatkan performa gemilang dalam menggelontorkan dananya sepanjang kuartal I-2021 adalah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp27,9 triliun atau berkontribusi 12,7%, serta industri makanan sebesar Rp21,7 triliun dengan kontribusi 9,9%. 

“Kami mengapresiasi para pelaku industri yang masih semangat untuk melakukan ekspansi di tanah air, meskipun diterpa tekanan dampak pandemi Covid-19. Ini sebuah kepercayaan yang berharga, yang juga akan membawa multiplier effect bagi upaya pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.

Selama ini, investasi sektor industri berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal, menggerakkan sektor industri kecil, dan memacu ekspor ke pasar global. 

Sponsored

Oleh karenanya, Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk menjaga aktivitas sektor industri agar tetap bisa berproduksi.

Kemenperin menargetkan investasi di sektor industri manufaktur mencapai Rp323,56 triliun pada tahun 2021, naik Rp58,28 triliun dari target tahun 2020 sebesar Rp265,28 triliun. 

Proyeksi serapan investasi ini berdasarkan asumsi pandemi Covid-19 yang terkendali dengan adanya program vaksinasi. Sasaran investasi yang tumbuh positif tersebut, juga sejalan dengan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas yang diproyeksikan naik menjadi 3,95% pada tahun 2021. 

“Investasi akan menjadi faktor penggerak pertumbuhan sektor industri,” imbuhnya.

Agus menambahkan, strategi lain yang bisa menjadi daya tarik bagi investor, antara lain adalah program pembangunan kawasan industri terintegrasi, pengembangan sektor padat karya, dan pengembangan ekonomi digital. 

“Hal ini sesuai dengan program prioritas yang ada di dalam roadmap Making Indonesia 4.0,” ucapnya.

 

Berita Lainnya