sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Investor asing mulai melirik negara berkembang seperti Indonesia

Presdir Schroder Indonesia Michael Tjoajadi menyatakan kondisi perekonomian Indonesia yang akan membaik pada tahun ini menjadi daya tarik.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 17 Jan 2019 19:41 WIB
Investor asing mulai melirik negara berkembang seperti Indonesia

Sejumlah kalangan meyakini investasi asing akan lebih banyak masuk ke negara berkembang seperti Indonesia pada 2019. 

Presiden Direktur Schroder Indonesia Michael Tjoajadi menyatakan kondisi perekonomian Indonesia yang akan membaik pada tahun ini menjadi daya tarik bagi investor.

“Para investor asing mulai kembali masuk ke dalam negeri sehingga bisa mendorong capital inflow,” kata dia.

Michael juga mengatakan kondisi ekonomi global akan bergejolak dan penuh ketidakpastian pada 2019. Lebih lanjut, pada 2020, perekonomian negara-negara maju akan melemah. 

“Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada 2019 tidak seagresif tahun lalu,” kata dia. 

Hal tersebut, kata Michael, mendorong investor mencari negara-negara baru yang kondisinya lebih aman.  Bahkan, tidak tertutup kemungkinan bagi mereka untuk menanamkan modalnya di negara berkembang di Eropa maupun Asia, salah satunya Indonesia.

Lebih lanjut, Michael mengatakan masuknya investasi ke Indonesia akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Apalagi, hal ini didukung oleh pemulihan daya beli domestik. 

Kendati demikian, kata Michael, masih ada hal yang perlu dicermati seperti rencana kenaikan suku bunga The Fed sebanyak dua kali lagi. 

Sponsored

“Kita tunggu saja, tapi sudah banyak foreign investment yang masuk government bond issue juga asing beli artinya iklim  in Indonesia," kata Michael.

Sebelumnya, pada Rabu (16/1) aliran dana dari investor asing telah mencapai Rp32,8 triliun. Masuknya dana asing membuat IHSG menguat 3,53% sejak awal tahun ke level 6.413,36.

Berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia, investor asing terus mencatatkan pembelian bersih sejak awal tahun.