sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Investor syariah di pasar modal Indonesia tumbuh signifikan

Per Januari 2020 total investor tercatat meningkat 2,2%.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Sabtu, 22 Feb 2020 18:53 WIB
Investor syariah di pasar modal Indonesia tumbuh signifikan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 24749
Dirawat 16802
Meninggal 1496
Sembuh 6240

Head of Marketing IPOT, PT Indo Premier Sekuritas (IndoPremier), Paramita Sari mengatakan investasi syariah memang sangat menarik, karena tak lepas dari kepatuhan (compliance) pada nilai-nilai dan ajaran Islam.

Investor syariah di pasar modal Indonesia tercatat tumbuh signifikan. Per Januari 2020 totalnya mencapai 70.132 atau meningkat 2,2% dari akhir 2019 yang mencapai 68.599 investor.

Ada pun rasio investor syariah dari total investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mencapai 1.118.733 adalah sebesar 6,3%. Menariknya, tambah dia, dari total investor syariah 68.599 tersebut, 9,5%-nya atau 6.680 investor telah menjadi investor aktif.

"Ini yang ingin terus kita gencarkan. Apalagi, IndoPremier adalah pioneer aplikasi online trading syariah pertama di Indonesia bernama IPOT Syariah yang telah mendapat sertifikasi dari Dewan Syariah Nasional (DSN) sejak tahun 2011 dan dikhususkan untuk transaksi saham yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES)," kata Paramita via keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu (22/2).

Seiring berjalannya waktu, tambah dia, IPOT Syariah disambut dengan baik oleh masyarakat. Saat ini investor syariah yang terdaftar di IndoPremier hampir mencapai 19.000 investor dengan jumlah investor syariah terbanyak di daerah Jawa Barat (20,5%), Jawa Timur (16,4%), dan DKI Jakarta (13,2%).

Sementara Director of Chief Economist Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat menekankan pentingnya transformasi dari saving ke investing society sebagai solusi risiko "tuwir sebelum tajir", dengan mengungkap fakta bahwa selama 10 tahun terakhir perekonomian Indonesia cenderung kurang produktif, kompetitif, efisien, dan berkeadilan.

"2030 Indonesia berisiko gagal menjadi negara kaya sebelum tua. Solusinya adalah transformasi dari saving ke investing society," ucap Budi.

Senada disampaikan Central Board of Masyarakat Ekonomi Syariah, Adiwarman A. Karim mengungkapkan tren positif investasi reksa dana syariah. Sejak 2016, kata dia, pertumbuhan reksa dana syariah lebih signifikan dibanding reksa dana konvensional.

Sponsored

"Pertumbuhan market share reksa dana syariah terhadap reksa dana konvensional sejak 2016 meningkat tajam hingga 372 poin. Sayangnya, pasar modal syariah memiliki banyak potensi yang belum terserap secara optimal," kata Adiwarman.

Sedangkan Head of Islamic Capital Market Indonesia Stock Exchange, Irwan Abdalloh mengaku gembira karena di tengah gejolak pasar global di tahun 2019. Dia tidak menyangka ternyata Pasar Modal Syariah Indonesia tetap tumbuh signifikan.

"Alhamdulillah Pasar Modal Syariah Indonesia masih mengalami perkembangan yang signifikan, bahkan mendapat apresiasi dari Global Islamic Finance Awards (GIFA) sebagai The Best Islamic Capital Market 2019 dengan jumlah investor syariah waktu itu mencapai 68.599 investor atau mengalami peningkatan sebesar 54% dengan tingkat keaktifan sebesar 33% dan rasio terhadap total investor saham mencapai 6,2%," kata Irwan.

Ia menambahkan, jumlah saham syariah yang tercatat di BEI terus bertambah hingga menembus angka 63% dari total saham yang tercatat di BEI, dengan kapitalisasi pasar saham syariah mencapai Rp3.639 triliun.

Berita Lainnya