sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

IPO bakal sepi peminat pada 2020 akibat Covid-19

Jumlah emiten terbaru di Indonesia sebanyak 19 perusahaan per Maret 2020.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 24 Apr 2020 13:48 WIB
IPO bakal sepi peminat pada 2020 akibat Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 275213
Dirawat 61813
Meninggal 10386
Sembuh 203014

Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan jumlah perusahaan yang melantai di bursa pada 2020 tidak akan sebanyak tahun 2018 dan 2019 akibat pandemi Covid-19.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan BEI harus realistis melihat kondisi yang ada. Sebelumnya, pada 2018 ada 57 perusahaan yang melantai di bursa, dan pada 2019 sebanyak 55 perusahaan,

"Dengan kondisi yang ada saat ini, pipeline yang ada kita upayakan tercatat. Secara jumlah perusahaan tercatat baru, tidak akan sebanyak tahun 2018," kata Nyoman dalam konferensi video bersama Direksi BEI, Jumat (24/4).

Kabar baiknya, lanjut Nyoman, jumlah emiten terbaru di Indonesia sebanyak 19 perusahaan per Maret 2020 menjadi yang paling tinggi di kawasan Asia Tenggara. Sebagai perbandingan, Thailand mencatatkan dua emiten baru, Malaysia tujuh emiten baru, dan Singapura tiga emiten baru.

Nyoman mengatakan dirinya berharap semua perusahaan yang ada di antrean pipeline, bisa melantai semua. Dalam catatan terbaru BEI, saat ini telah ada 18 perusahaan yang mengantre dalam daftar pipeline untuk melantai di bursa.

Antrean perusahaan di pipeline tersebut, kata Nyoman, berasal dari berbagai macam sektor. Namun, belum ada satupun perusahaan maupun anak perusahaan yang berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masuk ke dalam pipeline tersebut.

Adapun dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Nyoman tak menampik ada beberapa perusahaan yang menunda untuk melakukan IPO. Secara eksplisit, lanjutnya, telah ada tiga perusahaan yang akan menunda melakukan IPO.

"Hanya ada tiga perusahaan yang menunda IPO, jumlahnya tak signifikan. Saya tak bisa sebutkan perusahaan mana," tutur dia.

Sponsored
Berita Lainnya
×
img