sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jasa Marga prediksi 1,3 juta kendaraan tinggalkan Jakarta pada lebaran

Jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta pada mudik lebaran tahun ini naik 7,58% dibandingkan tahun 2018.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Senin, 27 Mei 2019 14:06 WIB
Jasa Marga prediksi 1,3 juta kendaraan tinggalkan Jakarta pada lebaran

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. memprediksi 1,3 juta kendaraan akan meninggalkan Jakarta selama arus mudik 29 Mei 2019 (H-7) hingga 4 Juni 2019 (H-1). Angka ini naik sebesar 7,58% dibandingkan tahun 2018.

"Jasa Marga juga memperkirakan puncak arus mudik via tol jatuh pada tanggal 31 Mei 2019 (H-5) dan puncak arus balik pada tanggal 9 Juni 2019 (H+3)," ujar Direktur Operasi Jasa Marga Subakti Syukur dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (27/5). 

Dari sekitar 1,3 juta kendaraan mudik yang meninggalkan Jakarta tersebut, Jasa Marga memperkirakan distribusi lalu lintas mudik sebesar 58,68% menuju ke arah timur (arah Jawa Tengah) melalui Jalan Tol Jakarta-Cikampek. 

Sementara itu, sekitar 26,68% menuju ke arah barat (Merak) melalui Jalan Tol Jakarta-Tangerang, dan 14,64% menuju ke arah selatan (Puncak) melalui Jalan Tol Jagorawi.

Lebih lanjut, Subakti mengatakan ada tiga kondisi baru yang harus diantisipasi oleh Jasa Marga maupun pengguna jalan selama arus mudik dan balik tahun ini, yaitu tersambungnya Jalan Tol Trans Jawa serta penerapan rekayasa lalu lintas one way dan contraflow secara terjadwal.

Selain itu, relokasi Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama ke GT Cikampek Utama (KM 70) dan GT Kalihurip Utama (KM 67). Hal ini berdampak pada perubahan sistem transaksi dan pentarifan Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

“Salah satu strategi yang disiapkan oleh Jasa Marga adalah dari sisi pelayanan transaksi. Untuk arus mudik dan balik Lebaran 2019 ini Jasa Marga telah mengantisipasi kepadatan di sejumlah GT," kata Subakti.

Beberapa GT yang menjadi perhatian antara lain GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Kalikangkung, GT Banyumanik, GT Waru Gunung, dan GT Kejapanan Utama.

Sponsored

Peningkatan pun dilakukan di sisi pelayanan lalu lintas dengan diskresi Kepolisian untuk memberlakukan rekayasa contraflow maupun one way yang terjadwal untuk arus mudik dan balik Lebaran 2019. 

Secara teknis, one way akan diberlakukan dengan menerapkan contraflow terlebih dahulu dengan jadwal sebagai berikut:

•    Untuk arus mudik akan berlaku pada tanggal 30 Mei hingga 2 Juni 2019 dengan skema: rekayasa lalu lintas contraflow akan diberlakukan pada KM 29 - KM 61 Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada pukul 06.00 – 21.00 WIB. Selanjutnya rekayasa lalu lintas one way diterapkan mulai KM 69 Jalan Tol Jakarta – Cikampek KM 263 Brebes Barat pada pukul 09.00 — 21.00 WIB. 
•    Untuk arus balik akan berlaku pada tanggal 8 Juni – 10 Juni 2019 dengan skema: rekayasa lalu lintas contraflow akan diberlakukan pada KM 61 – KM 29 Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Selanjutnya rekayasa lalu lintas one way diterapkan mulai KM 263 Brebes – KM 69 Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada pukul 14.00 — 22.00 WIB.