logo alinea.id logo alinea.id

Jelang lebaran, impor daging sapi melonjak hingga Rp1,3 triliun

Konsumsi daging sapi selama April 2019 naik 24,12% dari Maret 2019.

Soraya Novika
Soraya Novika Rabu, 15 Mei 2019 14:52 WIB
Jelang lebaran, impor daging sapi melonjak hingga Rp1,3 triliun

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor daging sapi selama Ramadan dan jelang Lebaran 2019 meningkat dari bulan-bulan sebelumnya. Nilai impor pada April 2019 mencapai US$91,6 juta atau setara Rp1,3 triliun.

"Month to month konsumsi April 2019 secara menyeluruh meningkat 24,12%, terutama daging sapi beku boneless yang berasal dari India dan Amerika Serikat," ujar Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (15/5).

Selain daging, impor barang konsumsi yang melonjak adalah apel segar, pir, sepatu olahraga, susu mentega, dan telor. Nilai impor masing-masing komoditas tersebut sebesar US$ 39 juta, US$24 juta, US$85,4 juta dan US$56 juta.

"Menurut golongan barangnya, semuanya turun. Menunjukkan penurunan di semua penggunaan barang, tapi month to month-nya naik karena polanya ada beberapa komoditas yang bergeliat dan diperlukan untuk memenuhi permintaan konsumsi selama Ramadan dan Lebaran," tuturnya.

Sponsored

Secara keseluruhan, impor April 2019 tercatat mencapai US$15,10 miliar atau meningkat 12,25% dibanding Maret 2019. Sedangkan secara tahunan (year on year/yoy) justru turun 6,58% dibandingkan April 2018.

Kenaikan nilai impor April itu didorong oleh peningkatan impor migas maupun nonmigas. Impor migas tercatat naik signifikan, mencapai 46,99%. Secara rinci, impor minyak mentah, hasil minyak, dan gas masing-masing naik 18,47%, 45,92%, dan 134,86%.

Sementara itu, impor nonmigas tercatat naik 7,82% dibandingkan Maret 2019 dan impor barang konsumsi yang mengalami kenaikan paling tinggi mencapai 24,12% dibanding bulan sebelumnya.