sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jokowi akan bangun 2.500 km jalan tol hingga 2024

Pemerintahan Joko Widodo periode kedua membutuhkan anggaran sekitar Rp375 triliun untuk membangun 2.500 km jalan tol.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 29 Okt 2019 15:47 WIB
Jokowi akan bangun 2.500 km jalan tol hingga 2024

Pemerintah akan membangun 2.500 kilometer (km) jalan tol di periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan perkiraan kebutuhan anggaran sebesar Rp375 triliun hingga 2024.

Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan rencananya pemerintah akan menggunakan skema pembiayaan dari investasi maupun Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk proyek jalan tol tersebut.

Danang melanjutkan, investasi ini bisa datang dari swasta dalam negeri maupun luar negeri. Tujuan investasi tersebut, katanya, akan membantu mengurangi ketergantungan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kami membutuhkan cukup banyak support dari dunia usaha yang non-BUMN," katanya di Jakarta, Selasa (29/10).

Danang menuturkan, skema pembiayaan dapat berupa penyediaan infrastruktur penunjang yang dibutuhkan atau berupa take over saham-saham BUMN  yang sudah beroperasi.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Konstruksi dan Infrastruktur Erwin Aksa mengatakan dibutuhkan kebijakan pemerintah yang menarik untuk dapat mendorong pihak swasta terlibat dalam investasi jalan tol tersebut.

“Pemerintah perlu mengeluarkan sejumlah kebijakan yang menarik dari sisi investasi agar pihak swasta tertarik dan mau berinvestasi di proyek pembangunan jalan tol,” katanya.

Pasalnya, kata Erwin, dibutuhkan waktu jangka panjang dan dana yang besar untuk berinvestasi di jalan tol. Untuk itu katanya iklim investasi jalan tol harus dibuat lebih menarik dan minim risiko. 

Sponsored

"Karena investasi di jalan tol itu padat modal. Dibutuhkan perusahan yang padat modal dan sanggup memikul beban jangka panjang," ujarnya.

Dengan demikian, katanya, diperlukan alternatif model bisnis dan pilihan skema pembiayaan pembangunan jalan tol yang secara risiko lebih kecil agar pihak swasta berani berinvestasi. Dia pun menuturkan integrasi dan konektivitas menjadi kunci untuk menarik swasta berinvestasi. Integrasi ini akan menghubungkan antara kawasan produksi dengan kawasan distribusi serta mempermudah akses ke kawasan wisata.

"Pembangunan jalan tol akan berpengaruh pada perkembangan wilayah dan peningkatan ekonomi, meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas orang dan barang serta penghematan biaya dan waktu," ujarnya.