sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jokowi desak perbankan turunkan bunga kredit

Presiden Joko Widodo meminta perbankan menurunkan bunga kredit karena BI sudah memangkas suku bunga acuan.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Rabu, 06 Nov 2019 15:01 WIB
Jokowi desak perbankan turunkan bunga kredit

Presiden Joko Widodo meminta para pelaku industri perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit. Hal ini menyusul kebijakan Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (7DRR) hingga 5%.

"Saya mengajak serius memikirkan untuk menurunkan suku bunga kredit. Masa negara lain sudah turun, BI rate sudah turun, banknya belum? Saya tunggu," kata Presiden Joko Widodo dalam pembukaan Indonesia Banking Expo (IBEX) 2019 di Jakarta, Rabu (6/11).

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan industri perbankan dan asuransi harus siap menghadapi persaingan industri keuangan global yang makin sengit. Apalagi, di era digitalisasi, lahir model bisnis baru seperti pembayaran digital.

Dengan peta persaingan yang makin ketat, Jokowi berharap industri perbankan bisa beroperasi lebih efisien. Dia juga bercerita lima tahun lalu meminta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menggabungkan anjungan tunai mandiri milik berbagai bank negara.

“Bank dan non-bank harus bergabung, jangan bekerja sendiri-sendiri. Bikin satu ATM yang bisa dipakai 4-5 bank. Buat apa menghamburkan uang?” kata dia.

Ia juga mengajak pelaku perbankan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator dan pengawas kegiatan jasa keuangan dapat memperkuat kebijakan insentif dan disinsentif.

Dengan dukungan OJK dan perbankan, menurut Presiden, target-target pemerintah dapat lebih cepat tercapai, menghasilkan langkah konkret dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

Turunkan cost of fund

Sponsored

Dalam kesempatan yang sama, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyatakan akan melakukan evaluasi untuk memangkas tingkat suku bunga kredit sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

"Kita lihat pelan-pelan, kalau cost of fund turun, kita baru berani menurunkan (suku bunga kredit). Jadi intinya, kami turunin cost of fund baru bisa review bunganya," ujar Direktur Keuangan BNI Ario Bimo.

Ario mengatakan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (7 Days Reverse Repo Rate/7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) ke level 5% pada 24 Oktober 2019 lalu tidak dapat berdampak instan terhadap penurunan suku bunga kredit.

Ia menambahkan salah satu yang menjadi kendala dalam melakukan penurunan suku bunga kredit adalah kondisi likuiditas perbankan yang tercermin dari posisi rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR).

"LDR kami 96,6%. Jadi intinya kami nurunin cost of fund dulu baru bisa review bunganya," ucapnya.  (Ant)