logo alinea.id logo alinea.id

Jokowi jelaskan penyebab membaiknya rupiah

Penguatan rupiah karena saat ini dana asing kembali masuk ke Indonesia (capital inflow).

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Senin, 03 Des 2018 15:35 WIB
Jokowi jelaskan penyebab membaiknya rupiah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengomentari soal rupiah yang berhasil memukul mundur dollar Amerika Serikat (AS).

Menurut Jokowi, hal ini tak terlepas dari meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap Indonesia. Pemerintah selama ini dinilai telah berupaya mengelola fiskal secara hati-hati. Sehingga diharapkan dapat membangun kepercayaan internasional.

"Penguatan rupiah karena saat ini dana asing kembali masuk ke Indonesia (capital inflow). Jangan kaget bila nilai tukar dollar AS terhadap rupiah turun terus," ujar Jokowi kepada media usai acara CEO Networking di Jakarta, Senin (3/12).

Namun, Jokowi berpesan kepada Bank Indonesia (BI) agar penurunan nilai tukar rupiah tidak bersifat cepat dan drastis karena akan memengaruhi ekspor dan daya saing Indonesia.

Sekadar infromasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih menguat di perdagangan pasar spot hari ini. Dolar AS masih bertahan di kisaran Rp 14.200. 

Mengutip data RTI, pada Senin (3/12) pukul 14:00 WIB, US$ 1 dibanderol Rp14.240. Rupiah menguat 0,29% dibandingkan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Sementara Managing Director Jagartha Advisors FX Iwan, mengatakan,  penguatan rupiah pada satu pekan terakhir di topang faktor eksternal. Dimana harga minyak mengalami pelemahan sangat signifikan, memberikan angin segar ke sisi neraca transaksi berjalan yang tadinya sudah defisit dalam.

"Bisa lebih baik lagi kondisinya. Apalagi dari sisi kebijakan The Fed yang ditakutkan akan naik agresif di tahun depan, tetapi ternyata tidak seagresif yang kita perkirakan," terang dia.

Sponsored

Hal tersebut juga ditopang dengan inflow yang masuk dalam pasar modal. Khususnya pasar obligasi yang menyebabkan permintaan terhadap rupiah tumbuh signifikan. Hal itu membuat rupiah mengalami penguatan yang cukup baik. 

"Sampai akhir tahun kami melihat level Rp14.200-14.400 per dollar AS sudah menjadi angka yang baik bagi pasar untuk menutup rupiah," tutur dia.