sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jokowi segera teken Perpres kendaraan ramah lingkungan

Presiden Joko Widodo segera menandatangani Peraturan Presiden dan Peraturan Pemerintah untuk mendukung produksi kendaraan ramah lingkungan.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 31 Jul 2019 04:19 WIB
Jokowi segera teken Perpres kendaraan ramah lingkungan

Presiden Joko Widodo segera menandatangani Peraturan Presiden dan Peraturan Pemerintah untuk mendukung produksi kendaraan ramah lingkungan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kebutuhan akan moda transportasi yang ramah lingkungan dengan emisi rendah semakin menjadi tren di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia.

Menurut Menkeu, untuk mendorong terwujudnya sarana transportasi yang ramah lingkungan tersebut pemerintah mendorong program kendaraan energi listrik.

Ia melanjutkan, sebagai upaya pemerintah untuk mendorong penggunaan kendaraan bermotor yang tidak mencemari udara, telah disiapkan sejumlah aturan berupa Peraturan Presiden (Perpres) dan Peraturan Pemerintah.

“Proposal Perpresnya sudah siap dan tinggal menunggu tanda tangan Presiden Jokowi dan akan segera diumumkan,” katanya di Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (30/7).

Menkeu mengatakan, seiring dengan meningkatnya perekonomian nasional dan selesainya sejumlah proyek infrastruktur, diprediksi ke depan kebutuhan kendaraan bermotor akan semakin meningkat. 

Kendati demikian, produksi dan pertumbuhan minyak dan gas dalam negeri yang semakin susut diperlukan satu alternatif energi sebagai bahan bakar kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

“Untuk memenuhi kebutuhan transportasi di kalangan menengah ini dan semakin sadarnya kita akan lingkungan, maka memunculkan industri otomotif listrik menjadi satu pilihan,” ujarnya.

Sponsored

Sri Mulyani menjelaskan bahwa penerbitan aturan ini juga untuk meningkatkan investasi di sektor otomotif. Dia melanjutkan, ke depan pajak kendaraan juga akan ditentukan berdasarkan gas buang dari sebuah kendaraan.

“Perpres dan PP ini muncul agar makin kuat dukungan untuk investasi mobil listrik. Dari sisi CO2, semakin kecil emisinya maka semakin kecil juga PPN-nya,” tutur Sri.