sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jumlah penumpang Garuda Indonesia anjlok 20%

Garuda Indonesia mengklaim penurunan jumlah penumpang bukan karena tiket pesawat mahal.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 27 Des 2019 13:36 WIB
Jumlah penumpang Garuda Indonesia anjlok 20%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 80094
Dirawat 37247
Meninggal 3797
Sembuh 39050

Maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mencatat jumlah penumpang hingga kuartal III-2019 mencapai 77,9 juta atau turun sebesar 20,6% dari periode yang sama tahun lalu. Tingkat isian penumpang (seat load factor) pun tercatat menurun 3,9 juta secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Garuda Indonesia Fuad Rizal menyatakan meski terjadi penurunan penumpang pesawat, perseroan tidak khawatir karena masih meraup keuntungan.

“Walaupun jumlah penumpang turun, tapi pendapatan lebih bagus dari periode sebelumnya, saya enggak khawatir," ujar Fuad di Cengkareng, Banten, Jumat (27/12).

Fuad menjelaskan penurunan jumlah penumpang tersebut disebabkan adanya peralihan penumpang dari pesawat udara ke moda transportasi darat dan laut. Dia pun mengatakan penurunan penumpang bukan disebabkan oleh naiknya harga tiket pesawat.

Fuad juga menjelaskan tarif batas atas (TBA) untuk pesawat kelas ekonomi berada di bawah tarif ojek online (ojol).

"Ini bisa dilihat di TBA masing-masing transportasi, full service carrier (FSC) per seat kilometer Rp2.520/km, sedangkan ojol per seat kilometer Rp2.600/km," tutur Fuad.

Sementara, untuk taksi, tarif per seat kilometernya sebesar Rp6.500/km. Sehingga, lanjut Fuad, secara industri tarif penerbangan di Indonesia sudah sangat murah.

Adapun untuk saat ini, tarif tiket Garuda Indonesia berada di 85% TBA, sedangkan Citilink berada di 70% TBA. Secara rata-rata, tiket Garuda Indonesia mengalami kenaikan 25% setiap tahunnya, sedangkan Citilink mengalami kenaikan 40% setiap tahunnya.

Sponsored
Berita Lainnya