sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jumlah turis China turun 5,28% selama 2019

Terjadi penurunan kunjungan turis China ke Indonesia karena terpengaruh perlambatan ekonomi global.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 02 Des 2019 14:31 WIB
Jumlah turis China turun 5,28% selama 2019

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah wisatan mancanegara (wisman) dari China sepanjang Januari-Oktober 2019 mencapai 1,77 juta orang. Jumlah turis China ke Indonesia pada 2019 ini turun 5,28% dari periode yang sama 2018.

“Ada penurunan jumlah wisman China," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di Jakarta, Senin (2/12).

Penurunan jumlah wisman asal Negeri Tirai Bambu tersebut, kata Suhariyanto, disebabkan oleh kondisi perekonomian global yang terus melambat dan berdampak kepada sektor pariwisata.

"Saya pikir semua negara punya kendala yang sama ketika pertumbuhan ekonomi yang melambat, sehingga hampir semua negara, termasuk Indonesia, hampir menurun potensi wisata domestiknya," ujarnya.

Sementara itu, Suhariyanto menjelaskan, kunjungan turis China ke Indonesia sepanjang Oktober 2019 sebesar 1,35 juta. Angka ini mengalami penurunan sebesar 3,28% dari September 2019 yang mencapai 1,4 juta.

"Tapi jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Oktober 2018, pada Oktober 2019 mengalami kenaikan 4,86%," ucapnya.

Secara kumulatif jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang tahun berjalan mencapai 13,62 juta kunjungan atau naik 2,85% (ytd) dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2018 yang berjumlah 13,25 juta kunjungan.

Sementara, menurut kebangsaan, kunjungan wisman yang datang ke Indonesia paling banyak berasal dari negara Malaysia sebanyak 241,1 ribu kunjungan (17,80%), Tiongkok 160,4 ribu kunjungan (11,85%), Singapura 145,2 ribu kunjungan (10,72%), Australia 131,9 ribu kunjungan (9,74%), dan Timor Leste 92,0 ribu kunjungan (6,79%).

Sponsored

Sedangkan jika dilihat dari sisi tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Oktober 2019 mencapai rata-rata 56,77% atau turun 2,07 poin dibandingkan dengan TPK Oktober 2018 yang tercatat sebesar 58,84%. 

Sementara itu, jika dibanding TPK September 2019, TPK hotel klasifikasi bintang pada Oktober 2019 mengalami kenaikan sebesar 3,25 poin. 

"Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Oktober 2019 tercatat sebesar 1,80
hari, terjadi penurunan sebesar 0,10 poin jika dibandingkan keadaan Oktober 2018," ucap Suhariyanto.