logo alinea.id logo alinea.id

Jusuf Kalla: Tidak benar terjadi deindustrialisasi di Indonesia

Jusuf Kalla mengatakan sektor industri masih berkontribusi tinggi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Senin, 15 Apr 2019 13:04 WIB
Jusuf Kalla: Tidak benar terjadi deindustrialisasi di Indonesia

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membantah pernyataan calon presiden 02 Prabowo Subianto yang mengatakan Indonesia mengalami deindustrilisasi. Menurut JK, sektor industri masih berkontribusi tinggi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

"Berdasarkan data, tidak benar terjadi deindustrialisasi. Pada tahun 2014-2017, industri berkontribusi 21,3% terhadap PDB. Itu tertinggi," kata JK di acara Indonesia Industrial Summit 2019, Senin (15/4). 

Lebih lanjut, JK mengatakan, industri di Indonesia terus berkembang dan tidak akan terjadi deindustrilisasi. Pasalnya, kemajuan teknologi mendorong produksi lebih cepat. 

JK juga mengatakan, saat ini Indonesia sudah memasuki revolusi indutsri 4.0. Fase ini menuntut sumber daya manusia (SDM) dalam penguasaan teknologi dan hasil industri berdaya saing tinggi. Sehingga, perusahaan kecil pun bisa mendunia. 

"Perusahaan besar dan kecil tidak bisa dipisahkan. Saat ini bukan lagi keuntungan jadi bagian utama, tapi nilai," ujarnya. 

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah telah menjalankan langkah-langkah strategis untuk mendukung percepatan adopsi industri 4.0. 

Di antaranya, kata dia, yakni peluncuran Industri Industri 4.0 Readiness Index (Indi 4.0) atau indikator penilaian tingkat kesiapan industri di INdonesia dalam menerapkan teknologi era industri 4.0. 

"Tahap awal assessment Indi 4.0 telah diikuti oleh 326 perusahaan industri dari sektor industri makanan dan minuman, tekstil, kimia, otomotif, elektronika, logam, aneka, dan sektor engineering, procurement, and construction (EPC)," ujar Airlangga. 

Sponsored

Penilaian INDI 4.0 menggunakan mekanisme self-assessment oleh perusahaan dengan mengukur lima pilar, yaitu manajemen dan organisasi, manusia dan budaya, produk dan layanan, teknologi, serta operasional pabrik.

"Secara umum, industri manufaktur Indonesia berada dalam posisi cukup siap menerapkan industri 4.0," kata Airlangga. 

Untuk diketahui, Indonesia Industrial Summit 2019 diselenggarakan pada 15-16 April 2019 di Indonesia Convention Exhibition BSD Tangerang. Kegiatan ini merupakan forum konsolidasi para pemangku kepentingan untuk membangun rumusan bersama mengenai langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan dalam mengakselerasi transformasi digital sektor industri manufaktur.