sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kadin khawatir pembunuhan 31 pekerja Papua hambat infrastruktur

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengecam terjadinya pembunuhan terhadap 31 pekerja BUMN proyek jembatan di jalur Trans Papua.

Sukirno
Sukirno Rabu, 05 Des 2018 04:06 WIB
Kadin khawatir pembunuhan 31 pekerja Papua hambat infrastruktur

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengecam terjadinya pembunuhan terhadap 31 pekerja BUMN proyek jembatan di jalur Trans Papua.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani menilai peristiwa tersebut dikhawatirkan dapat menghambat proses pengembangan pusat-pusat ekonomi baru di Papua.

"Ini teror terhadap pembangunan dan kami mengecam keras terjadinya pembunuhan ini," kata Rosan, Selasa (4/12).

Menurutnya, pembunuhan yang terjadi tidak hanya menimbulkan ketakutan tetapi juga kondisi seperti ini akan menghambat proses pembangunan yang sesungguhnya dibutuhkan sekali oleh masyarakat di Papua.

Rosan menjelaskan pihaknya juga menghargai kerja cepat pihak kepolisian dan TNI dalam penanganan masalah itu dan berharap secepatnya keadaan dapat kembali kondusif dan memberikan rasa aman bagi para pekerja.

"Kita tentunya sangat berharap peranan TNI dan Kepolisian, sehingga dimana pun bisnis dijalankan, kita bisa mendapatkan rasa aman karena ini juga akan mempengaruhi investasi daerah tersebut," kata Rosan.

Seperti diketahui, peristiwa penembakan terhadap pekerja di Papua terjadi pada proyek pembangunan Jembatan Kali Aorak (KM 102+525) dan Jembatan Kali Yigi (KM 103+975) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Kedua jembatan merupakan bagian dari Trans Papua segmen 5 yakni ruas Wamena--Habema--Mugi--Kenyam--Batas Batu--Mumugu dengan panjang 278,6 km.

Sponsored

Berdasarkan informasi dari Humas Polda Papua, Senin (3/12), peristiwa penembakan yang mengakibatkan korban meninggal dunia tersebut terjadi pada hari Minggu, 2 Desember 2018 yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) terhadap pekerja dari PT Istaka Karya (Persero).

Mengenai jumlah pekerja yang meninggal dunia, mengalami luka-luka dan selamat, masih menunggu konfirmasi dari pihak Kepolisian dan TNI.

Sumber : Antara