sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kadin: Penutupan impor barang dari China butuh substitusi

Tidak semua negara bisa mengekspor produk seperti yang dilakukan China ke Indonesia dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Selasa, 04 Feb 2020 18:00 WIB
Kadin: Penutupan impor barang dari China butuh substitusi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 396.454
Dirawat 60.694
Meninggal 13.512
Sembuh 322.248

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani menyampaikan bahwa kebijakan penghentian impor komoditas sementara dari China terkait wabah virus corona perlu transisi yang memadai. Transisi ini dibutuhkan agar pelaku usaha bisa mengatur peralihan perdagangan dengan mencari substitusi impor dengan baik.

“China selama ini memiliki market share terbesar untuk mensuplai produk buah dan sayuran impor ke Indonesia, sehingga apabila dihentikan harus ada proses transisi yang memadai,” kata di Jakarta, Selasa (4/2).

CEO Sintesa Group ini menyampaikan, transisi tersebut penting bukan hanya untuk meminimalisir kerugian di pihak pelaku usaha, tetapi juga untuk memastikan tidak ada kekosongan atau kekurangan pasokan pangan di pasar. Sebab, Shinta khawatir hal tersebut akan membuat lonjakan harga pangan bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Shinta juga mengatakan, antisipasi impor perlu segera diputuskan, mengingat tidak semua negara bisa mengekspor produk seperti yang dilakukan China ke Indonesia dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat.

Dia menambahkan, dampak yang lumayan besar diprediksi akan terjadi di sektor ritel, karena buah dan sayur yang biasa diimpor dari negeri tirai bambu, akan langsung dikonsumsi oleh masyarakat.

Adapun produk yang dibutuhkan dari China sedianya bisa disubstitusi dari berbagai negara, antara lain Amerika Serikat, Thailand, Australia, dan Myanmar.

Meskipun, pelaku usaha masih perlu memastikan apakah alternatif pasokan tersebut bisa dilakukan seperti China yang biasa mengekspor dalam jumlah besar dan singkat.

“Kalau reaksi pasar terlalu volatile, kami sarankan pemerintah memberikan imbauan saja agar pasar secara sadar menahan diri untuk mengonsumsi produk pangan impor dari China atau memberikan treatment khusus sebelum dikonsumsi, misalnya dengan mencuci bersih semua buah dan sayur sebelum dikonsumsi,” ujar Shinta.

Sponsored

Produk impor dari china antara lain buah dan sayur subtropis seperti apel, pir, anggur, jeruk, dan bawang-bawangan. (Ant)

Berita Lainnya