sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kadin: Sektor pariwisata sulit bangkit pascapandemi

Sektor pariwisata akan kehilangan wisatawan mancanegara selama satu tahun mendatang. 

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 29 Mei 2020 18:55 WIB
Kadin: Sektor pariwisata sulit bangkit pascapandemi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 365.240
Dirawat 64.032
Meninggal 12.617
Sembuh 289.243

Hampir tiga bulan melanda Indonesia, pandemi Covid-19 telah memukul seluruh sektor bisnis. Pariwisata, diperkirakan menjadi sektor yang paling sulit bangkit dari keterpurukannya pascapandemi.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyebut sektor pariwisata akan kehilangan wisatawan mancanegara (wisman) selama satu tahun mendatang. 

"Kami tahu pandemi akan berlanjut dalam jangka panjang. Kemungkinan akan sulit menanti turis asing masuk ke Indonesia," ujar Wakil Ketua Kadin Shinta Kamdani, dalam diskusi online, Jumat (29/5).

Untuk mengantisipasi lesunya sektor pariwisata, menurut Shinta, perlu menggaet wisatawan domestik. Kadin juga meminta kepada pemerintah untuk mendukung industri pariwisata agar kembali bangkit.

"Jadi mungkin awalnya harus fokus di turis domestik. Ini semua perlu dukungan pemerintah nantinya," ujarnya.

Prediksi tersebut berdasarkan kajian-kajian yang telah dilakukan di setiap sektor usaha untuk melihat peluang dan tantangan ke depan pacapandemi Covid-19. Menurut Shinta, kajian tersebut dilakukan agar transformasi dunia usaha setelah berakhirnya pandemi dapat berjalan sesuai harapan.

"Setiap sektor harus bersiap dengan melakukan kajian. Peluangnya seperti apa, bagaimana jadinya setelah Covid-19 ini, perbedaannya bagaimana, perubahan seperti apa?" katanya. 

Selain itu, pelaku usaha juga harus bertransformasi menggunakan sistem digital untuk berbagai keperluan bisnisnya. Hal ini merupakan bagian dari penyesuaian yang harus diambil agar dapat beradaptasi di situasi yang baru atau new normal.

Sponsored

"Jadi perlahan-lahan kami melihat masing-masing sektor harus punya kajian. Kalau teknologi dengan sendirinya, sekarang kebanyakan perusahaan kami di konsumer, kami juga pasti lebih banyak perkuat e-commerce," ucapnya.

 

Berita Lainnya