sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kadin usulkan harga minimal benih lobster Rp10.000 per ekor

Saat ini belum ada aturan tentang harga benih lobster.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 19 Feb 2020 17:22 WIB
Kadin usulkan harga minimal benih lobster Rp10.000 per ekor
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Kamar Dagan dan Industri (Kadin) Indonesia mengusulkan kepada pemerintah untuk menaikkan harga benih lobster menjadi minimal Rp10.000 per ekor. Pengurus Kadin Aceh Syamsul Basri mengatakan saat ini belum ada pengaturan harga untuk benih lobster.

Syamsul mengungkapkan harga jual benih tersebut setelah sampai ke negara lain menjadi lebih tinggi, sehingga nelayan akan dirugikan.

"Taruhlah misalnya harga di nelayan Rp10.000 tidak boleh kurang daripada itu. Artinya ada angka minimal yang ditentukan pemerintah yang tidak bisa dilanggar pembeli. Itu yang selama ini tidak ada," ujarnya di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Rabu (19/2).

Syamsul Basri mengatakan, meski telah dilarang, saat ini masih banyak nelayan yang menjual benih lobster kepada pengepul. Harganya pun cukup rendah yakni sekitar Rp2.000 per ekor untuk yang berukuran 3 cm. 

Menurut dia, nelayan tetap menjual benih lobster karena tingkat hidup lobster di alam hanya 1% untuk setiap 10.000 benih. Sehingga, nilai ekonomisnya lebih tinggi jika dijual.

Selama ini pula, kata Syamsul, belum ada standar harga yang ditetapkan untuk benih lobster. Nelayan dan pembeli bebas melakukan transaksi sesuai dengan kesepakatan bersama. Tentu saja dengan praktik yang ilegal. 

"Harga beli di nelayan ini tidak ada standard sebenarnya jadi bebas saja,” kata dia.

Dia pun mengatakan, hal ini harus segera diatur oleh pemerintah. Sebab dengan melarang pengambilan benih lobster dari alam untuk dijual tetap tidak efektif. Masih banyak nelayan yang menjual benih-benih lobster tersebut.

Sponsored

"Kalau saya melihat begini, dari riset yang dilakukan tingkat hidup bibit setelah pemijahan itu hanya 1% di alam. Kalau tidak kita manfaatkan berarti kan sama saja (dijual ilegal). Di alam tidak ada yangg bisa menjamin dia bisa hidup sampai besar," jelasnya.

Lebih lanjut, Syamsul  mengusulkan, agar tidak terjadi penjualan benih lobster secara ilegal, pemerintah harus merevisi Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan.

Dia mencontohkan, pemerintah bisa membagi zonasi untuk benih yang bisa dijual dan tidak. Selain itu, pemerintah bisa menetapkan periode waktu penangkapan.

Pasalnya, menurut Syamsul, pembatasan penjualan bibit lobster ini menjadi bola panas. Di satu sisi, pemerintah harus memikirkan kondisi ekonomi masyarakat, di sisi lain harus juga perhatikan faktor ekologi dan faktor keberlanjutan. 


 

Serba salah vaksin Nusantara

Serba salah vaksin Nusantara

Senin, 01 Mar 2021 06:17 WIB
Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Jumat, 26 Feb 2021 15:24 WIB
Berita Lainnya