logo alinea.id logo alinea.id

KAI bidik pendapatan Rp23,5 triliun tahun ini

Pendapatan ini berasal dari tarif angkutan kereta di jalur eksisting serta penambahan jalur baru.

Rakhmad Hidayatulloh Permana Kamis, 10 Jan 2019 14:29 WIB
KAI bidik pendapatan Rp23,5 triliun tahun ini

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI membidik pendapatan sebesar Rp23,5 triliun selama 2019. Pendapatan ini berasal dari tarif angkutan kereta di jalur eksisting serta penambahan jalur baru.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro mengatakan operator kereta ini bisa mengangkut 435.496.082 penumpang. “Target ini naik sekitar 2,5% dibandingkan tahun lalu,” kata Edi saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/1).

Edi mengatakan selama 2018, PT KAI telah mengangkut 424.683.403 penumpang atau meningkat 8% jika dibandingkan 2017 yang mencapai 394.134.634 penumpang.

Selain mengandalkan pendapatan dari angkutan kereta di jalur yang sudah ada, KAI juga akan melakukan revitalisasi pada jalur yang sudah lama tidak beroperasi. Edi menyebut KAI sudah berencana membuka kembali jalur kereta Jakarta-Pangandaran tahun ini.

“Ini juga merupakan salah satu cara menggenjot pendapatan perusahaan,” ujarnya.

IMO 2019 cair

Sementara, Kementerian Perhubungan baru saja menggelontorkan anggaran sebesar Rp1,1 triliun untuk Perawatan dan Pengoperasian Prasarana Perkeretaapian Milik Negara (Infrastructure Maintenance and Operation/IMO) untuk PT KAI. Anggaran tersebut lebih kecil dari tahun 2018, yang mencapai angka Rp1,3 trilliun. 

Meskipun anggaran dipangkas, kata Edi, PT KAI memastikan tidak akan menurunkan kualitas standar pelayananannya. "Harapan tidak dipangkas. Tetapi kan kita harus membaca ketersediaannya memang segitu. Tetapi tidak mau menurunkan tingkat keselamatan. Kami tetap akan melakukan pemeliharaan sesuai standar pelayanan,” pungkasnya.

Sponsored