sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Karhutla bikin wisatawan asing enggan kunjungi RI

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berakibat adanya kabut asap membuat wisatawan mancanegara enggan berkunjung ke Indonesia.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 02 Okt 2019 06:05 WIB
Karhutla bikin wisatawan asing enggan kunjungi RI

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berakibat adanya kabut asap membuat wisatawan mancanegara enggan berkunjung ke Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan Agustus 2019 melalui pintu udara mengalami penurunan sebesar 1,39% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. 

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan penurunan tersebut disebabkan terjadinya karhutla yang melanda sejumlah daerah di Indonesia khususnya Kalimantan dan Sumatera.

"Penurunan ini karena adanya gangguan seperti kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada gangguan penerbaangan di Kalimantan dan Sumatera," katanya di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (1/10).

Berdasarkan data BPS, penurunan kunjungan terjadi di tujuh bandar udara di Indonesia. Penurunan tertinggi tercatat di bandara Sultan Badaruddin II, Sumatera Selatan sebesar 27,84% dari sebelumnya 2.263 Agustus 2018 menjadi 1.633 pada 2019.

Bandara Soekarno-Hatta mengalami penurunan sebesar 18,05% dari 308.698 kunjungan pada Agustus 2018 menjadi 252.964 kunjungan tahun ini.

Kendati demikian, angka kunjungan wisatawan mancanegara per Agustus 2019 secara keseluruhan mengalami peningkatan sebesar 2,94% atau meningkat menjadi 1,56 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar 1,51 juta.

Jika dibandingkan secara bulanan pun kunjungan wisman pada September 2019 mengalami peningkatan sebesar 4,83%.

Sponsored

"Jumlah ini terdiri dari kunjungan melalui pintu udara sebanyak 992.020 kunjungan, pintu laut sebanyak 371.480, dan pintu darat 191.936," ucapnya.

Akan tetapi, dari tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang pada Agustus 2019 mengalami penurunan sebesar 5,87% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. 

Pada Agustus 2018 TPK mencapai 60,01% sedangkan pada Agustus 2019 secara persentase hanya sebanyak 54,14%. Begitu pula jika dibandingkan dengan bulan Juli 2019 yang mengalami penurunan sebesar 2,59% dari 56,73%. 

Sementara untuk rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada bulan September 2019 juga mengalami penurunan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Agustus 2019 turun sebesar 0,01 poin dari rata-rata 1,94 hari di 2018 menjadi 1,84 hari di tahun 2019.