logo alinea.id logo alinea.id

Kasus gagal bayar, perpanjangan kontrak polis Jiwasraya naik 34%

Strategi roll over diusulkan karena pemerintah menolak mengganti premi nasabah produk saving plan.

Soraya Novika
Soraya Novika Minggu, 10 Feb 2019 14:17 WIB
Kasus gagal bayar, perpanjangan kontrak polis Jiwasraya naik 34%

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang tengah terbelit kasus gagal bayar produk saving plan kedatangan banyak perpanjangan kontrak atau roll over dari para pemegang polisnya.

"Ada yang tidak setuju untuk roll over, tapi yang lain setuju. Tingkat roll over-nya sekarang makin tinggi, sekitar 34%," ujar Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo usai memeriahkan HUT Ke-69 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. di JCC Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (10/2).

Sebagaimana diketahui, strategi roll over ini diusulkan kepada para pemegang polis, mengingat pemerintah sendiri sebagai pemegang saham Jiwasraya telah menolak untuk mengganti premi nasabah produk saving plan.

Dengan demikian, Kementerian BUMN dan Jiwasraya sepakat akan terus memberikan sosialisasi agar para pemegang polis mau melakukan skema roll over

"Keberhasilan ini juga harus dihadapi bersama-sama, ini kan transaksi B2B ('Business to Business') dengan pemegang polis dan kita hargai mereka untuk sabar. Kita di internal mengupayakan supaya beberapa langkah dilakukan, tapi perlu waktu," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno menyebutkan, Jiwasraya akan terus berupaya mencari pendanaan baru. Salah satunya adalah melalui penerbitan surat utang atau obligasi.

Selain itu, Kementerian BUMN juga telah bertekad akan meminta bank BUMN untuk dapat membantu Jiwasraya mengatasi kasus tersebut.

Sejauh ini, baru Bank Mandiri dan Bank BRI yang telah menyatakan kesiapannya untuk menjalin kemitraan dengan Jiwasraya.

Khusus untuk BTN, Pegadaian dan beberapa BUMN non-keuangan lain semisal PT KAI dan Telkomsel nantinya akan menjadi pemegang saham dari anak usaha Jiwasraya.

"Kita akan membantu menyinergikan kembali Jiwasraya, prinsipnya saling membantu. Kebetulan juga kita kan dari lama memang sudah ingin berkembang pada pasar asuransi jiwa," ujar Direktur Strategi, Risiko dan Kepatuhan BTN Mahelan Prabantarikso.

Terkait masuknya investor di Jiwasraya ini, Kementerian BUMN masih mematangkan konsep dan melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan. Pemerintah juga sudah menunjuk Mandiri Sekuritas untuk berperan sebagai konsultan.