sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kasus Jiwasraya masih jadi sentimen negatif buat pasar modal

Sejak awal tahun hingga Rabu (11/3), IHSG sudah terkoreksi 18,18% (year-to-date/ytd).

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 12 Mar 2020 12:41 WIB
Kasus Jiwasraya masih jadi sentimen negatif buat pasar modal
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 27549
Dirawat 17951
Meninggal 1663
Sembuh 7935

Kinerja pasar modal terus menurun akibat beragam sentimen. Sekretaris Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) Afifa mengatakan selain coronavirus, kasus korupsi Jiwasraya juga masih menjadi pengganjal laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal tahun ini. 

"Di Asia, ada tiga negara yang terkena dampak corona lebih parah dari kita, ada China, Hong Kong, dan Singapura. Tapi kalau dilihat kinerja indeksnya, IHSG turun sangat dalam sejak awal tahun dibandingkan tiga indeks itu," kata Afifa, di Jakarta, Kamis (12/3).

Tercatat, sejak awal tahun hingga Rabu (11/3), IHSG sudah terkoreksi 18,18% (year-to-date/ytd). Sementara itu, indeks Shanghai Composite Index milik China secara YTD mengalami koreksi 2,68%. Padahal menurut Afifa, China masih belum sepenuhnya pulih dari coronavirus.

Lalu, indeks Hang Seng Index milik Hong Kong juga tercatat mengalami koreksi 10,49% dan Strait Times Index milik Singapura tercatat terkoreksi 13,62% secara YTD. 

Afifa mengatakan penurunan dua indeks tersebut tak sedalam milik Indonesia. "Dengan kata lain, kasus Jiwasraya masih menimbulkan sentimen negatif ke IHSG melebihi penyebaran covid-19," ujar Afifa.

Afifa memperhatikan, sejak kasus Jiwasraya terkespos ke publik pada November tahun lalu, investor beramai-ramai membuat perpindahan aset dari saham ke obligasi. Sebab, instrumen obligasi saat ini dianggap memiliki risiko yang lebih kecil dibandingkan saham dan reksa dana. 

Hal tersebut membuat rata-rata volume perdagangan harian IHSG turun 30% per Februari 2020 sejak bulan November 2019. Afifa juga mencatat, rata-rata volume perdagangan harian Surat Utang Negara (SUN) naik 53% sejak November 2019. 

Untuk kinerja reksa dana, total unit penyertaan reksa dana tercatat turun 3,4% per Februari 2020 sejak November 2019. Rinciannya, total unit penyertaan reksa dana saham turun 7%  dan total unit penyertaan reksa dana obligasi naik 1% sejak November 2019.

Sponsored

Apabila hal ini terjadi berkepanjangan, Afifa mengkhawatirkan dapat mengganggu kesehatan keuangan dari perusahaan asuransi itu sendiri.

"Jadi kasus Jiwasraya membuat kinerja pasar saham menjadi turun dan investor institusi jadi menarik diri karena tidak ada appetite dari pasar," tutur Afifa.

Berita Lainnya