sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemendag sebut konflik Natuna tak ganggu perdagangan Indonesia-China

Perdagangan tetap berjalan sesuai prosedur, norma, dan kesepakatan.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 07 Jan 2020 19:23 WIB
Kemendag sebut konflik Natuna tak ganggu perdagangan Indonesia-China
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 240687
Dirawat 56889
Meninggal 9448
Sembuh 174350

Ketegangan yang terjadi di Laut Natuna antara Indonesia dan China dinilai tidak akan mengganggu kepentingan perdagangan antara dua negara.
Sementara, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dari Januari-November 2019, neraca perdagangan Indonesia-China mengalami defisit hingga US$16,96 miliar.

"Saya pikir jelas, kalau ada pelanggaran ditindak. Kalau perdagangan ya jalan begitu saja," kata Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga cdi Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (7/1).

Menurut Jerry, perdagangan merupakan sesuatu yang harus dijalankan sesuai dengan prosedur, norma, dan kesepakatan.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga tak khawatir konflik di Laut Natuna akan mengganggu perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) yang beranggotakan negara ASEAN, China, Australia, Selandia Baru, Jepang, dan Korea Selatan.

Sponsored

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan tidak ada tawar-menawar mengenai kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama yang terkait teritorial negara di Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

“Tidak ada yang namanya tawar-menawar mengenai kedaulatan, mengenai teritorial negara kita,” kata Presiden Joko Widodo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara Jakarta, Senin (6/1).

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi menyusul memanasnya tensi hubungan diplomatik antara Indonesia dengan China dalam beberapa hari terakhir lantaran sejumlah kapal nelayan China masih bertahan di Perairan Natuna hingga saat ini.

Berita Lainnya