sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemenhub targetkan Teman Bus ada di 10 kota

Saat ini Teman Bus sudah ada di tiga kota yaitu Palembang, Solo, dan Bali.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 01 Okt 2020 19:33 WIB
Kemenhub targetkan Teman Bus ada di 10 kota
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 502.110
Dirawat 63.722
Meninggal 16.002
Sembuh 422.386

Kementerian Perhubungan menargetkan program pembelian layanan angkutan kota atau Buy the Service (BTS) yang disebut Teman Bus dapat hadir di 10 kota pada 2021. 

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi mengatakan saat ini Teman Bus sudah ada di tiga kota yaitu Palembang, Solo, dan Bali. Pada Oktober tahun ini, layanan tersebut diperkirakan akan hadir di Yogyakarta dan Medan. Sementara di tahun depan, akan bertambah di kota Makassar, Banjarmasin, Bandung, Surabaya, dan Banyumas.

"Program ini diharapkan menjadi bagian dari digitalisasi 4.0 smart city, yang mendukung cashless society," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (1/10).

Budi optimistis Teman Bus bisa mengintervensi pengembangan angkutan umum perkotaan di Indonesia sehingga muncul terobosan yang inovatif dan responsif terhadap program bantuan bus yang selama ini dinilai kurang berhasil. Program ini adalah sebagai langkah awal implementasi dari program Buy the Service (BTS) yang memberikan subsidi penuh bagi operator dengan fasilitas pendukung di bus yang lebih baik, sehingga diharapkan lebih banyak penumpang yang beralih ke moda transportasi publik di seluruh Indonesia.

Kementerian Perhubungan menetapkan beberapa standar pelayanan minimal (SPM) yang harus dimiliki operator agar layanan Teman Bus memiliki kualitas dan pelayanan yang prima. Keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan, dan keteraturan disebut menjadi enam kunci utama dalam pelayanan Teman Bus. 

Fasilitas Teman Bus dibekali oleh peralatan canggih Internet of Things (IoT) seperti CCTV, reader kartu non-tunai, sensor penghitung jumlah penumpang, sensor alarm untuk mendeteksi pengemudi mengantuk, merokok, tidak menggunakan seatbelt dan keluar jalur trayek yang kemudian informasi tersebut dikirimkan ke Command Center secara real time.

Budi mengungkapkan, para pengemudi dan staf sudah dilakukan pelatihan khusus dan wajib mengikuti peraturan serta pengecekan berkala terhadap bus, guna menjaga fasilitas dan pelayanan serta waktu dan jarak antar bus atau headway yang ditentukan yaitu 10 menit. Tujuannya, agar penumpang tidak menunggu lama di halte dan berdesakan dalam bus.

Di masa pandemi sekarang ini diterapkan protokol kesehatan yaitu mewajibkan penumpang memakai masker, social distancing, menjaga kapasitas kendaraan sebesar 50%, dan menyediakan hand sanitizer di dalam Bus.

Sponsored

Mengenai tarif, saat ini diberikan gratis hingga 31 Desember 2020 kepada masyarakat yang naik layanan transportasi Teman Bus. Tidak hanya itu, Teman Bus dilengkapi juga dengan aplikasi mobile untuk memudahkan penumpang mendapatkan informasi rute, titik halte, dan jadwal keberangkatan bus. Aplikasi Teman Bus saat ini sudah bisa diunduh di Playstore dan Appstore.

Adapun, cara naik Teman Bus yaitu cukup buka aplikasinya, tunggu di halte terdekat dari posisi penumpang yang tertera di aplikasi, siapkan kartu non-tunai (Tap Cash BNI, flazz BCA, e-money MANDIRI dan brizzi BRI), naik bus, lalu tempelkan kartu non-tunai pada perangkat reader.

 

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Senin, 23 Nov 2020 16:42 WIB
Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Minggu, 22 Nov 2020 14:48 WIB
Berita Lainnya