logo alinea.id logo alinea.id

Kemenpar: Tiket pesawat mahal, wisatawan domestik turun 30%

Kementerian Pariwisata menyatakan wisatawan domestik paling terpukul dengan kenaikan harga tiket pesawat.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 15 Mei 2019 18:17 WIB
Kemenpar: Tiket pesawat mahal, wisatawan domestik turun 30%

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan kenaikan tiket pesawat menghilangkan potensi kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) atau domestik. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan jumlah kunjungan wisatawan domestik turun hingga 30% pada akhir 2018.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pariwisata mengalami penurunan hingga 22%,” kata Arief di Jakarta, Rabu (15/5).

Arief mengatakan wisatawan domestik paling terpukul dengan kenaikan harga tiket pesawat ini. Bahkan, kata Arief, kebijakan pemerintah untuk menurunkan tarif batas bawah hingga 15% belum efektif.

“Kalau memungkinkan ada perbedaan tarif batas atas, terutama untuk penerbangan jenis low cost carrier (LCC) bisa didiskon lebih besar lagi, mungkin bukan 15%, tetapi 20%,” kata dia.

Lebih lanjut, Arief mengatakan kenaikan harga tiket pesawat ini berdampak langsung pada industri pariwisata terutama yang berada di luar Pulau Jawa. Sebab, untuk bepergian di Pulau Jawa, wisatawan memiliki pilihan moda transportasi darat. 

Ia mencontohkan jumlah wisatawan domestik Jawa Timur mencapai 50 juta orang, sedangkan 70% dari wisatawan tersebut adalah wisatawan menggunakan jalur darat. 

“Karena jalur darat masih dapat menjangkau destinasi wisata yang ada dalam provinsi itu sendiri,” ucapnya.

Sementara itu, Arief mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tidak banyak terpengaruh harga tiket pesawat. Sebab, harga tiket penerbangan internasional rata-rata tidak mengalami kenaikan.

Sponsored

“Kenaikan hanya terjadi di dalam negeri. Berkurangnya paling yang biasanya wisman bisa ke dua sampai tiga destinasi berbeda, sekarang tidak bisa karena tiket mahal,” ujarnya.

Musim lebaran

Sementara itu, Arief mengatakan setiap lebaran selalu terjadi penurunan kunjungan wisman sebanyak 50% atau sekitar 20 juta orang. Namun, di sisi lain, terjadi kenaikan jumlah wisatawan domestik.

“Tapi tiba-tiba kita dapat berkah ramadan. Orang pulang kampung itu rata-rata 20 juta per tahun,” kata dia.

Lebih lanjut, Arief juga memprediksi pada musim mudik lebaran tahun ini, akan terjadi perpindahan ke transportasi darat. Menurut dia, kenaikan harga tiket pesawat ini akan menciptakan keseimbangan baru dalam iklim transportasi massa di Indonesia. 

Selain itu, dengan selesainya beberapa proyek seperti Jalan Tol Trans Jawa dan sebagian Trans Sumatera, ia memprediksi akan terjadi lonjakan penumpang transportasi darat menggunakan bus maupun kereta api.

“Keseimbangan muncul. Kalau saya presentase pesawat akan turun 20% sisanya mereka akan pindah ke darat,” ucapnya.